Jakarta – Setelah dilaporkan tidak kembali oleh rekannya, dan sepeda motor yang dibawa ditemukan di batas hutan, Andrey Voytech warga Selandia Baru dicari dari pintu Cuntel di Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Andrey Voytech diduga mendaki seorang diri pada Jumat (30/3) dini hari. Setelah dilaporkan dan dilakukan pencarian hingga Senin (2/4) penyitas masih belum ditemukan jejaknya.

Andrey Voytech diketahui sempat menginap di Magelang. Pihak Hotel Grand Artos and Convention menyatakan ia check out pada Kamis (29/3), sebagaimana dilaporkan Ika Fitriana di Kompas.com. Seperti dilaporkan teman Andrey Voytech ke basecamp pendakian Cuntel, ia disimpulkan membawa motor Honda Beat AB 5424 LZ hingga ke batas hutan. Andrey Voytech masih berhubungan dengan temannya hingga pukul 16.00 . Temannya melaporkan ke Cuntel pada Sabtu (31/3).

Sepeda motor yang digunakan pendaki asal Selandia Baru ditemukan di Kampung batas hutan. (dok: Eko Susanto/detikcom)

Andrey Voytech  ke Magelang dari Yogyakarta bersama Sistha Amina Ferdiyani (20), warga Magelang, demikian dilaporkan Syahrul Munir dari Kompas.com. Motor yang digunakan disewa dari Bandara Adi Sucipto. 

Pencarian

Tim SAR basecamp Cuntel menyisir jalur pendakian Cuntel dan beberapa desa yang menjadi jalur pendakian. Mereka tidak menemukan penyitas. Namun diketahui penyitas sempat bertemu pendaki lokal yang dalam perjalanan turun di Pos Pending jalur pendakian Thekelan. Pencarian pun diperluas dari 40relawan menjadi 80relawan.

Pencarian yang telah dilakukan tim Search and Rescue (SAR) lokal kini ditingkatkan ke Badan SAR Nasional (Basarnas). Sebagaimana didata, beberapa penyitas dapat bertahan hingga satu minggu di gunung api stratos pada kawasan tropis. (ads/berbagai sumber)

FOTO UTAMA:

Gunung Merbabu dari desa Selo. Merbabu memiliki beberapa jalur pendakian diantaranya Cuntel, Thekelan, Suwanting, dan Selo. Daerah berbahaya adalah sekitar kawah yang terletak dibalik jalur pendakian Selo. (adiseno)

Similar Posts