Jakarta – Ketika bergiat di alam, sheltering menjadi salah satu perlengkapan pokok yang jadi penunjang perjalanan. Sheltering dapat diartikan sebagai tempat perlindungan atau tempat bertahan hidup di alam. Shelter harus dibuat senyaman dan seaman mungkin.  Sheltering juga dikenal dengan istilah bivouac atau bivak.

Saat mendaki gunung, shelter yang umum digunakan adalah tenda dan flysheet. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan sesuai dengan kebutuhan. Tenda adalah sheltering paling umum yang digunakan untuk mendaki gunung. Bentuknya yang   tertutup cukup aman sebagai pelindung dari hewan. Selain itu, dinginnya cuaca dapat diminimalisir.

Umumnya, tenda terdiri dari lembaran kain berupa outer dan inner, dengan tambahan frame sebagai kerangka tenda. Tenda juga dilengkapi pasak untuk menahan posisi tenda dari terjangan angin kencang.

Flysheet merupakan sheltering yang simple dan mudah digunakan. Bentuk sheltering dari flysheet dapat disesuaikan dengan medan arenanya. Biasanya, dibutuhkan tali untuk mempermudah pembuatan sheltering dari flysheet.

flysheet lebih mudah digunakan untuk anggota tim yang banyak (dok. BKP 16 Mapala UI)

Penggunaan sheltering disesuaikan dengan medan dan fungsi. Tenda menawarkan sheltering yang lebih hangat dan nyaman, namun bobotnya cukup berat dan memakan tempat. Flysheet lebih ringan dan simple, tapi siap-siap kena dinginnya angin malam dan resiko binatang yang datang saat sedang istirahat. (sho)

foto utama : Tenda lebih umum digunakan untuk melakukan pendakian gunung (dok. Diah Puspitarini)

Similar Posts