Pendaki asal Surabaya berjumlah 5 orang bertolak ke Ambon untuk mendaki gunung Binaiya (3027mdpl) pada hari Selasa, 21 November 2017. Tim bermalam di Ambon dan mempersiapkan logistik dan perlengkapan. Esok harinya, Tim berangkat menuju pulau Seram ditemani satu orang guide lokal untuk melakukan pendakian lewat jalur selatan Piliana.

Tim bermalam dan mulai mendaki keesokan harinya, pada Kamis, 23 November, ditemani dua porter lokal menuju shelter Aimoto. Tim bergerak menuju shelter Islaili dan bermalam disana.

Keesokan harinya, tim summit dan sampai puncak pada pukul 12.30, setelahnya, tim kembali menuju Isalali untuk menginap. Pada 26 November, tim berencana turun dari Isilali menuju Aimoto untuk kemudian melanjutkan ke Piliana.

Ditengah perjalanan, angin semakin kencang. Hujan disertai angin membuat batang pohon tumbang dan mengenai kepala korban  sampai tak sadarkan diri dan ranting pohon mengenai 2 rekan korban lainnya. Tim segera melakukan pertolongan pertama.

Jam 8 malam, 8 orang warga dari desa Yaputih datang untuk membantu proses evakuasi setelah mendapatkan informasi via telepon. Tim Evakuasi berhasil membawa korban (Amelia Sinarta Po) turun menuju Desa Yaputih untuk mendapat pertolongan lebih lanjut. Tiba pukul 1.30 dini hari, kondisi korban sudah meninggal. Korban dibawa ke RSUD Masohi dan melapor ke Balai Taman Nasional Manusela .

Senin, 27 November, Tim berangkat dari pelabuhan Lastetu Pulau Seram menuju Pelabuhan Tuleh menggunakan speed boat dengan ditemani seorang petugas Balai Taman Nasional Manusela kemudian menuju Bandara Pattimura untuk kemudian diberangkatkan ke Surabaya. (sho/rilis)

foto utama : Jalur Selatan Gunung Binaiya (dok. Valentinedinar.wordpress)

Similar Posts