Anj*n*!!!! Ni orang kok gak balikin barang-barang gw sih?!!!

B*ngs*t!! Dia gk bayar patungan!

Lah b*go lo kok bawa kompor tapi gk bawa gasnya?!?!

Pernahkah perkataan tersebut kamu ucapkan pada rekan perjalanan mu? Atau mungkin sumpah serapah tersebut ditujukan kepada mu? Apabila ya, hal tersebut menandakan adanya hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi pada kelompok perjalanan mu. Tidak hanya kepada lingkungan saja kita harus menjaga etika, setiap petualang harus menjaga etika juga terhadap sesama mengingat kegiatan alam bebas umumnya kegiatan berkelompok. Etika itu kadangkala diabaikan.

Pada tulisan kali ini, saya ingin berbagi tips untuk terhindar menjadi kawan jalan yang menyebalkan. 

  1. Mampu Berkomunikasi

Ini  saat mempersiapan pejalanan adalah salah satu hal paling esensial. Terkadang ketika mempersiapkan perjalanan beberapa orang begitu sulit dihubungi meskipun ia menyatakan keikutsertaannya. Hal tersebut tidak hanya dapat menyebabkan miskomunikasi di antara anggota tim, akan tetapi juga terhambatnya pengerjaan tugas yang telah dibagi.

Oleh karena tidak bisa dihubungi, si Odong tidak mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya sehingga ia membebankan anggota perjalanan lainnya untuk menyiapkan keperluan kelompok. Atau bahkan lebih konyolnya terjadi kondisi di mana si Budi telah menyiapkan peralatan utama masak, yaitu kompor, akan tetapi karena si Odong sulit dihubungi sehingga ia tidak menginformasikan bahwa ia tidak membeli gas yang seharusnya dia beli dalam pembagian tugas kelompok. Akibatnya mereka tidak bisa masak dalam perjalanan.

  1. Tepat Waktu

Seringkali kita menemui anggota tim yang selalu terlambat. Hal ini merupakan sebuah ketidaksopanan yang esensial. Dalam pengalaman saya, kadang didapati rekan perjalanan yang selalu telat dalam mengikuti rapat persiapan perjalanan, latihan, atau bahkan ketika perjalanan tersebut dimulai! Yaitu ketinggalan kereta karena si pemegang tiket terlambat!

Kamu harus memprioritaskan perjalanan tersebut apabila memang tidak ingin menyusahkan atau menjadi beban kelompok. Apabila kamu terlambat, maka waktu rapat atau latihan akan selesai melebihi waktu yang disepakati. Pikirkan rekan-rekan mu yang memiliki kepentingan lain setelah rapat dan latihan. Datang terlambat terkadang menunjukan betapa egois dan antisosial kamu di dalam tim.

  1. Membantu Perencanaan

K*mpr*t! Si Odong kok gk beli gula dan bumbu?!?! Mestinya ni tugasnya dia ngapa gw jadi yang ngerjain dah? Enak banget tu orang cuma bawa diri doang!

Umpatan tersebut mungkin seringkali terlontar dalam hati atau di belakang oknum ketika anda membicarakan rekan perjalanan yang gaji buta alias tidak mengerjakan pembagian tugas dalam tim. Ketidakmampuan mu untuk mencoba atau berusaha menyelesaikan tugas menunjukan kamu tidak bertanggung jawab. Artinya membiarkan dan membebankan rekan lain mengerjakan tugas yang seharusnya kamu kerjakan. Apapun alasan mu, entah itu sibuk atau ada keperluan urjensi lainnya, kamu tetap harus memberikan kontribusi terhadap kelompok.

  1. Humble

N*jis dah ni orang, kerjanya pamer mulu. Sok jago t*i lu! Badan kaya kertas aje sok kuat.

Perjalanan tentunya bukanlah ajang untuk unjuk kebolehan atau pamer terhadap rekan perjalanan sendiri. Kelebihan mu dalam perjalanan tentu mempermudah rekan tim lainnya, akan tetapi apabila kamu terlalu berlebihan menunjukan kelebihan mu dalam hal kemampuan atau barang mewah, hal tersebut dapat membuat rekan perjalanan mu iritasi terhadap mu.

  1. Mengembalikan Barang Atau Uang Pinjaman

Set*n alas! Masih untung udah dipinjemin! Gak tau diri gk dibalik-balikin!

Hal ini dapat terjadi tidak hanya pada rekan perjalanan, akan tetapi juga rekan lain yang tidak ikut perjalanan. Peralatan outdoor memang cukup beragam dan mahal sehingga terkadang seseorang perlu untuk meminjam pada rekan lainnya untuk peralatan yang tak ia miliki.

Setelah perjalanan tentunya kita akan kembali ke kesibukan sehari-hari, tetapi barang pinjaman tetaplah harus dikembalikan dengan kondisi utuh dan bersih sama seperti ketika kamu mengambil barang pinjaman tersebut. Terkadang barang yang dikembalikan justru masih kotor, bahkan sudah rusak. Kondisi terburuknya adalah barang anda tidak dikembalikan lagi selamanya! Tidak mengembalikan barang merupakan salah satu bentuk keegoisan mu yang tidak bertanggung jawab. Pikirkan bahwa rekan mu membeli barang tersebut tentunya tidak dengan harga yang murah.

Ada pepatah mengatakan bahwa meminjamkan barang kepada orang lain adalah suatu kesalahan, sementara kebodohan adalah kembali meminjamkan barang kepada orang yang sama setelah sebelumnya ia tidak mengembalikan.

Kurang lebih itulah hal-hal umum menyebalkan yang kadang terjadi dalam kelompok perjalanan mu. Semoga tips tersebut dapat membuat kamu menjadi kawan jalan yang menyenangkan dan tidak membuat iritasi. (yoseph wihartono/OCI)

Foto Utama:

Teman perjalanan yang tepat esensial dalam keberhasilan melampaui hambatan yang ada (adiseno)

Similar Posts