Pesebaran gunung berapi di Indonesia seringkali disebut cincin api pasifik. Letaknya yang berada di 3 lempeng tektonik, Eurasia, Australia, dan Pasifik terus bergerak aktif dan bertabrakan. Meski beresiko, tak membuat pendaki peminat gunung berapi surut. Di Indonesia, gunung berapi justru menjadi favorit banyak pendaki. Berikut 7 Gunung berapi favorit para pendaki:

1. Kerinci
Gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara ini terletak di Provinsi Jambi berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, di pegunungan bukit barisan. Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), terdapat kawah yang berukuran 400 x 120 meter dan masih berstatus aktif.

Gunung bertipe stratovolcano ini masih aktif dan terakhir kali meletus pada Juni 2016. Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), asap yang keluar dari puncak kawah mencapai ketinggian 400-500 meter. Aktivitas ini dipicu oleh-empa 6,5 SR di barat daya pesisir selatan.

Meski status waspada (II) ditetapkan sejak tahun 2007 belum diganti, gunung kerinci tetap banyak diminati. Kerinci tidak menerapkan system kuota. Pada 17 agustus 2015 tercatat ada lebih 1500 pendaki dan pada tahun 2016 tercatat 1083 pendaki. Gunung Kerinci adalah salah satu Seven Summit Indonesia. Jalur pendakian yang cukup ekstrim ditambah ancaman bahaya dari letusan gunung, kegiatan pendakian menuju atap Sumatera ini akan menjadi perjalanan penuh tantangan.

2. Rinjani
Gunung dengan sejuta pesona ini memiliki ketinggian 3676mdpl. Terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sisi timur kaldera Rinjani terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 – 2376 mdpl

Letusan terakhir gunung Rinjani terjadi pada September 2017. Gempa tektonik terjadi dengan amplitude 7-5 2milimeter dan durasi 35-130 detik. Aktivitas gunung rinjani kala itu, dikategorikan dalam level II(waspada).

Peminat Gunung yang terkenal dengan Danau Segara Anaknya ini terus megalami peningkatan sejak tahun 2012. Catatan Taman Nasional Gunung Rinjani yang dirilis pada Januari 2017, menyebutkan bahwa 30.847 wisatawan mancanegara berkunjung ke Rinjani. Angka ini naik 3.661 dari tahun sebelumnya.

3. Tambora
Terletak di Sumbawa, Tambora menawarkan pemandangan yang memukau untuk para Pendaki. Tamboro, sebutan lainnya, adalah tipe gunung stratovolcano dengan ketinggian 2850mdpl. Tambora memiliki kawah dengan lebar tujuh kilometer dan keliling 16km. Kedalamannya mencapai 800m sampai dasar. Kawah Gunung Tambora terkenal dengan The Greatest Crater in Indonesia (Kawah Terbesar di Indonesia) akibat dari adanya letusan terdahsyat di dunia terkenal dengan The Largest Volcanic Eruption in History. 

Tambora memiliki sejarah letusan yang sangat dahsyat pada tahun 1985, Letusan tersebut masuk dalam skala tujuh pada skala Volcanic Explosivity Index yang membuat penurunan ketinggian dari sekitar 4.300mdpl sampai pada 2850mdpl.

Meski memiliki sejarah letusan yang hebat, Tambora tetap banjir peminat. Taman Nasional Tambora mencatat kenaikan jumlah wisatawan yang cukup drastis dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2015, pengunjung hanya mencapai angka 230 orang. Kepala Balai Taman Nasional tambura, Budi Kurniawan, memperkirakan peminatnya diperkirakan lebih dari 2000, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 1331 orang.Wisatawan yang datang berasal dari dalam dan luar negeri. Peningkatan ini dikaitkan dengan efek promosi kawasan wisata oleh Pemerintah Pusat dan daerah. (sho) 

foto utama : dok. BKP16 Mapala UI

Similar Posts