Rahman Mukhlis, adalah Sekertaris Jendral Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia. Pengelola organisasi pemandu gunung ini juga pelaku yang telah mendaki gunung tertinggi di Afrika, Kilimanjaro dan Nepal Himal. Rahman Mukhlis juga memberikan bimbingan teknis bagi sertifikasi pemandu gunung. Berikut materinya mengenai kompetensi pemandu petualangan.

Sungai Penuh – Melakukan petualangan seperti mendaki gunung memiliki tujuan. Tiap pelaku bisa mendaki untuk tantangan pribadi atau kelompoknya. Ini tentu terkait dengan prestasi dan pencapaian, maupun untuk aktualisasi. Selain itu ada juga yang berpetualang untuk tujuan ilmiah, pendidikan, penelitian. Banyak juga yang memiliki alasan untuk rekreasi dan wisata sosial.

Pemandu petualangan melayani tujuan bermacam macam para tamu ini.  Pemandu memahami bahwa dalam pelaku petualangan menggelutinya karena tantangan, karena resiko yang tinggi dan karena ketidak pastian. 

TABEL  CIRI PETUALANGAN

Sedangkan tiga hal pokok dalam pemanduan petualang adalah Keamanan; Keselamatan dan Kenyamanan. Keamanan mengharuskan pemandu mengelola resiko kegiatannya. Keselamatan membuat pemandu menjadi pimpinan petualangan. Kenyamanan menjadikan pemandu adalah pelayan ramah tamah.

Upaya pencapaian ketiga pokok pemanduan membuat pemandu harus memiliki kompetensi yang terbagi dalam tiga unsur pengetahuan, keterampilan dan sikap. Pemandu harus memiliki kemauan atau passion diiringi peralatan dan perlengkapan memadai serta fisik yang mampu.

Secara pengetahuan pemandu harus memahami teknik petualangan seperti mendaki gunung, arung jeram, telusur gua dan lainnya.  Pemandu harus memahami kepemimpinan dan manajemen perjalanan, serta harus paham mengenai wisata dan keramah tamahan. Ini semua dikembangkan jadi keterampilan seperti pengetahuan nutrisi bahan makanan menjadi keterampilan memasak. [OCI]

FOTO UTAMA:

Pemandu dan petualang hubungan dalam mencari tantangan, resiko tinggi , dan  ketidak pastian (adiseno)

Similar Posts