Baik dalam perjalanan ke daerah terpencil, maupun jalan di setapak yang sudah umum, kejadian darurat dapat terjadi. Suasana secepat kilat berubah menjadi kawasan yang asing. Ini mengakibatkan tekanan emosi dan psikologis

FAKTOR PENDORONG

Reaksi terhadap bencana dapat terjadi melalui hantaman langsung pada sistem psikologi. Contohnya gegar ekstrim. Namun dapat juga disebabkan oleh faktor pendorong lain. Sama seperti masalah yang dihadapi oleh sistem psikologi yang lain, mengenali faktor pendorong ini dapat menghindarkan diri dari reaksi negatif. Paling tidak jika kita mengenali hal-hal yang dapat menimbulkan masalah nantinya. Ini akan meningkatkan kesempatan untuk dapat menanggulangi masalah yang dihadapi. Hal paling umum dari faktor pendorong adalah lapar, haus, lelah, mabuk laut dan hipotermia.

 

Kelaparan Kehausan Kelelahan Mabuk Laut HIpotermia
Awalnya, kelaparan bukan masalah. Namun jika dalam waktu lama kekurangan makan akan mengubah psikologi. Gejala mencakup:

· Tidak peduli

· Mudah terganggu

· Murung

· Tidak bisa konsentrasi

Kehausan merupakan masalah utama bagi penyitas di laut, gurun. Akibatnya lebih parah dari kelaparan. Sikap kasar sangat umum. Gejala lain mencakup:

· Sikap irasional

· Mudah terganggu

· Berkhayal

· Halusinasi

 

Dalam banyak kasus, kelelahan fisik dapat ada sejak awal. Kadang kala karena kurang tidur dan kesulitan medan yang dihadapi. Para penyitas mengakui bawah kelelahan menguasai diri mereka, namun ketika mau tidur istirahat mereka tidak bisa, mereka tidak bisa santai. Kelelahan menyebabkan berkurangnya kinerja mental dan fisik, dilanjutkan kelumpuhan psikologis dan fisik. Mabuk laut kerap menimbulkan keinginan untuk menyerah dan mati, yang dalam situasi darurat bisa jadi kenyataan. Sangat penting untuk tidak terpengaruh keadaan ini. Tanggulangi mabuk laut secara:

· Memandang ke satu titik di ufuk.

· Minum air sedikit demi sedikit (jangan air laut/asin). Jaga jatah jika berada dalam situasi darurat.

HIpotermia-turunnya suhu inti tubuh –berakibat pada fisik dan psikologi.

Akibat psikologis muncul lebih dahulu:

· Kehilangan konsentrasi

·Kehilangan daya ingat

·Kehilangan kemampuan gerak

·Salah Keputusan

·Sikap irasional

 

SIKAP IRASIONAL
Sikap irasional dapat dalam berbagai bentuk. Contohnya sampai korban gempa dijumpai sedang mengumpulkan bunga bukannya membantu sesama korban yang terluka. Paling dikenal adalah para pemain band di kapal Titanic yang tetap bermain saat kapal tenggelam

 

STRATEGI PENANGGULANGAN

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan diri secara psikologi untuk menghadapi keadaan darurat. Paling umum, mempelajari apa yang bisa terjadi jika berada dalam situasi yang parah. Sama seperti kemampuan penyitasan, pengetahuan dini adalah kekuatan yang sangat membantu dalam keberhasilan menghadapi kondisi darurat. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah Latihan, Motivasi, Pelengkap, Harapan, Serah Diri dan Membantu.

Latihan Motivasi Pelengkap
Mereka yang sudah siap, yang sudah memahami lingkungan dan cara menggunakan peralatan memiliki pemahaman akan kemungkinan dalam kondisi darurat. Mereka akan lebih efektif jika menghadapi situasi darurat. Latihan yang memadai dan praktik penggunaan peralatan akan membantu anda berfungsi secara efektif secara langsung. Pengetahuan dini adalah kunci keberhasilan penyitas Sering disebut “keinginan kuat untuk hidup”. Motivasi mencakup tidak menerima kematian, dan meyakinkan diri bahwa bukan saatnya kita mati saat mengalami kondisi darurat. Ini mencakup kemampuan melampaui ke tidak nyamanan fisik dan emosi pada kondisi ektrim.

Terkait dengan motivasi adalah kemampuan untuk menetapkan tujuan/langkah ke depan, dan mengerjakan langkah langkah tersebut.

Salah satu motivasi terkuat dalam penanggulangan kedaruratan adalah keinginan untuk dapat berkumpul kembali dengan figur utama dalam kelengkapan hidup. Ini bisa mencakup:

· Suami

· Istri

· Pasangan hidup

· Anak

· Cucu

· Sahabat

 

Harapan Serah Diri Membantu
Berharap artinya menimbulkan pikiran bahwa kondisi yang parah akan berubah membaik. Pada semua kondisi darurat penting untuk memiliki harapan, walau informasi dan persepsi yang masuk kebalikannya. Berpikir positif akan mengusir trauma psikologi. Lebih mudah bersikap optimistis dalam kelompok dibandingkan berada sendiri, karena dapatsaling mendukung. Ketidak mampuan menerima kenyataan akan menimbulkan frustrasi, kemarahan, dan sikap irasional. Menghindari perasaan ini sangat utama dalam kondisi darurat. Kemampuan untuk menerima kondisi yang terjadi bukan berarti menyerah pada keadaan tersebut. Malah kebalikannya. Mereka yang menerima dan tahu kapan harus bertindak dan kapan harus bersikap pasif memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertahan hidup. Pertama-tama periksa diri sendiri apakah memang sanggup untuk mengerjakan tugas. Tetapkan siapa yang betul-betul butuh bantuan, dan siapa yang kelihatannya saja bereaksi normal.

Bantuan psikologis perdana hanya diberikan kepada mereka yang gagal pulih. Kata-kata penghibur yang sederhana dan perhatian akan memulihkan sebagian besar yang mengalami kebas perasaan menjadi lebih tanggap. Mereka yang terganggu harus diperhatikan secara seksama. Hindari pemberian obat penenang.

Similar Posts