Jakarta – Menikmati keindahan alam di sungai tidak melulu dilakukan dengan berdiam diri di dalam perahu karet dan menunggu arahan skipper atau pemandu di belakang. Jika ingin meningkatkan adrenalin berhadapan langsung dengan ombak-ombak di jeram, salah satu cara baru yang lebih asik adalah menggunakan perahu kayak.

Arung jeram termasuk dalam salah satu olahraga paling berbahaya di dunia. Terdapat banyak cara dan modifikasi dalam bergiat di sungai, mulai dicoba dari zona nyaman untuk yang sekedar ingin berwisata sampai dengan zona adventure untuk yang ingin serius dalam olahraga ini. Mengarungi jeram dengan perahu kayak rasanya sangat berbeda dengan menggunakan perahu karet.

Penggunaan kayak dari teknik mendayung sedikit banyak juga dapat dipelajari di perahu karet. Ketika kita duduk di dalam kayak dan mendayung di sungai, sekecil apapun ombak dan bentukan sungai akan sangat terasa. Hal ini lah yang menyebabkan kayak menjadi pilihan utama orang-orang yang ingin serius mendalami olahraga white water.

Walaupun terlihat mudah dan seru, tetapi mempelajari kayak membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk mempelajari penggunaan kayak, kita dapat memulai dengan mengenali alat-alatnya terlebih dahulu.  Perlengkapan kayaker dimulai dari atribut badan yang terdiri dari helm dan pelampung yang dilengkapi dengan rescue kit berupa karabiner dan pisau quick release. Tidak lupa menggunakan spray skirt di pinggang yang nantinya akan dipasang pada mulut kayak untuk mencegah air sungai masuk ke dalam.

Kemudian, seorang kayaker mulai mengakrabkan diri dengan dayung dua sisi.

Terakhir adalah berkenalan dengan sajian utamanya, yaitu perahu kayak. Kayak memiliki berbagai ukuran dari yang kecil hingga besar, untuk pemula sangat disarankan menggunakan kayak yang sederhana berukuran kecil sampai sedang. Sejauh ini, kayak populer untuk dijadikan sebagai perlombaan dan tidak sedikit juga dijadikan pilihan kendaraan untuk melakukan ekspedisi di sungai.

Berbagai jenis kayak -(EMS)

Cara Duduk.

Setelah atribut badan sudah lengkap dan sudah disesuaikan, selanjutnya kita duduk di dalam kayak dan menselonjorkan kaki. Tempat duduk kayak sangat mudah disesuaikan dengan ukuran tubuh kita mulai dari upper body sampai dengan kaki. Untuk upper body dapat disesuaikan dengan sandaran tempat duduk di punggung, dan untuk kaki bisa disesuaikan dengan menarik tali di bagian kayak yang berada di antara dua lutut kita. Ketika menarik tali tersebut, maka tempat pijakan kaki dapat disesuaikan dengan panjang dan pendeknya kaki kita. Posisi kaki yang benar bukan lah lurus, tetapi sedikit menekuk sehingga kedua lutut bersentuhan dengan badan kayak.

Setelah selesai menyesuaikan tubuh dengan kayak, maka selanjutnya adalah menutup mulut kayak dengan spray skirt. Spray skirt difasilitasi dengan tali di bagian depannya yang memperbolehkan kita untuk emergency exit ketika kayak yang kita kendarai terbalik di jeram dan eskimo roll gagal dilakukan. Ketika spray skirt sudah aman, maka pengarungan di sungai siap dilakukan.

Melakukan pengarungan menggunakan kayak tidak bisa mengandalkan pada siapapun kecuali diri kita sendiri, karena perahu kayak tidak memiliki awak ataupun kapten. Maka untuk pemula, penguasaan teknik mendayung dan self rescue adalah hal pertama yang harus dipelajari.

Teknik Dayung

Dayung berbilah ganda untuk arung jeram (Quest Force)

Penguasaan teknik mendayung dapat dimulai dengan mencoba di bagian sungai yang flat. Cukup dengan berlatih dayung lurus beberapa kali sampai kita terbiasa dan mampu mengendalikan badan kayak agar tidak terlalu ke kanan atau terlalu ke kiri.

Latihan mendayung juga dapat dilakukan dengan belajar memotong arus-arus kecil di sungai. Prinsip utama pengarungan kayak adalah mendapat kan eddie (pusaran air) sebanyak-banyaknya baik yang besar maupun yang kecil. Ini karena eddie menjadi tempat aman kita ketika berada di sungai. Dengan berlatih membiasakan diri memotong arus 45 derajat dari eddie ke eddie, maka kita akan terbiasa untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya eddie ketika masuk ke jeram nanti.

Berlatih eskimo roll di jeram grade 2 Sungai Cisadane (Dok. Mapala UI)

Ketika sudah percaya diri dengan dayungan dan mampu sedikit demi sedikit menguasai badan kayaknya, maka jangan lupa untuk menguasai self rescue-nya pula. Self rescue dalam kayak dapat dilakukan dengan eskimo roll. Roll adalah kegiatan membalikan perahu ke posisi semula ketika kayak terbalik di jeram. Ketika perahu kayak kita terbalik di jeram kita tidak perlu keluar dan melalukan renang defense, tetapi cukup melakukan roll untuk membalikan kayak ke posisi awal dan melanjutkan pengarungan.

Tahap ini merupakan tahap yang sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa melakukan roll dengan mudah. Tapi tidak perlu dijadikan sebagai hambatan kita untuk memulai belajar kayak, karena dengan latihan yang rutin maka roll di jeram apapun dapat dilakukan.

Pengarungan kayak akan terasa berbahaya dan menakutkan bahkan jika dilakukan di jeram grade 1 – 2. Ombak, batu, dan hole sekecil apapun akan sangat terasa ketika kita berada di dalam kayak. Untuk pemula, maka pengarungan dengan kayak cukup dilakukan di jeram-jeram ber-grade 1 sampai dengan 2. Untuk yang berdomisili di Jabodetabek, maka pengarungan kayak dapat dilakukan di sungai tipe pool and drop seperti Cisadane dan Cianten.

Penguasaan pertama yang perlu dipelajari adalah manuver dan self rescue, dan pelatihan kayak untuk pemula harus dilakukan dengan pengawasan pelatih atau pemandu. Jika latihan dilakukan secara rutin dan dengan membiasakan diri secara bertahap mulai dari jeram ber-grade rendah, maka kayaker pemula akan bisa menjadi handal dan mulai mencoba mengikuti perlombaan, melakukan ekspedisi, atau dapat dijadikan pilihan menikmati liburan di sungai dengan cara yang baru. (Dea Annisa Septania)

Foto Utama:

Mengarungi jeram dengan perahu kayak meningkatkan adrenalin karena berhadapan langsung dengan ombak- pusaran  (dok. Mapala UI)

Similar Posts