masker udara untuk ketinggian

JAKARTA – Batuk dan sakit tenggorokan di ketinggian bukan karena infeksi. Data mengenai batuk dan perih tenggorokan sudah terekam secara medis. Penguapan yang meningkat, udara yang dingin dan kering, dan bernafas dengan mulut menyebabkan keringnya mucosa (lendir) tenggorokan. Ini yang menyebabkan batuk di ketinggian.

Udara gunung di lereng Elbrus, ketinggian 5.000meter, dingin dan sedikit sekali kelembabannya. Udara yang masuk ke sistem pernafasan dipanaskan oleh panas tubuh. Akibatnya mulut dan tenggorokan terasa kering. Selanjutnya batuk.

masker udara untuk ketinggian
Sabut metal pencuci piring digunakan sebagai saringan untuk menghangatkan dan melembakan udara dalam masker mulut buatan Nikolay Choustrov (adiseno)

Pencegah yang biasa dilakukan pendaki adalah menggunakan kain penutup mulut. Dinginnya udara berkurang karena lembar penutup dipanaskan oleh nafas yang hangat dari panas tubuh. Udara yang keluar tercegah oleh lembar penutup, hingga kelembaban tersisa. Efek kering dan dingin dicegah oleh kain penutup.

Cara lain adalah makan permen. Permen keras yang dibiarkan meleleh di mulut Melunturkan gula dalam permen membutuhkan ludah yang membantu mencegah kering.

Para pendaki masa Sovyet menggunakan masker mulut. Pada masa lalu masker ini diproduksi secara khusus untuk pendakian gunung tinggi. Fungsinya sama seperti lembar penutup mulut. Kelebihannya adalah bahan yang digunakan lebih efektif dan efisien untuk mencegah dingin dan mempertahankan kelembaban.

Nikolai Choustrov, pendaki dari masa Sovyet yang kini sudah lebih dari 60tahun usianya, menjelaskan pengganti masker mulut yang digunakan. Penyaring udara digunakan sabut metal untuk cuci piring. Masker sendiri, menggunakan berbagai jenis masker industri yang memiliki sekat berbahan busa ringan.

Ini patut dicontoh dan disebarkan. (ads)

Foto utama: Adiseno mencoba menggunakan masker mulut buatan Nikolay Choustrov yang menjelaskan di belakang. (dok. Fit@Fifty)

Similar Posts