parkour Tafisa Games 2016

Parkour menjadi salah satu penyemarak dalam acara TAFISA 2016 di Jakarta. Di dalam acara ini, parkour menjadi salah satu olahraga yang mengisi acara karena perkembangan yang luar biasa pesat sejak kemunculannya pertama kali tahun 2003 di Perancis. Namun, ada banyak sekali hal yang belum diketahui tentang aktivitas satu ini.

Parkour Tafisa Games 2016
Salah satu aksi Parkour dalam TAFISA Games 2016

Hal pertama yang harus diketahui adalah parkour tidak mengenal kompetisi, kejuaraan, atau tingkatan. Pendeknya, Parkour tidak untuk dilombakan. Karena tujuan Parkour yang utama adalah untuk berpindah dari satu titik menuju titik lain dengan cara yang paling efektif dan efisien dengan mengandalkan kekuatan manusia. Variasi gerakan seperti salto dan rolling tidak lain adalah bagian dari efektivitas gerakan tadi. Di dalam Parkour hanya dikenal istilah Jamming sebagai ajang berkumpul dan melakukan kegiatan bersama.

Hal kedua adalah Prakour bukan merupakan jenis seni yang mementingkan keindahan. Gerakan-gerakan dalam Parkour dilakukan dengan berorientasi pada kecepatan, sehingga jika ada yang terlihat indah, hal itu tidak lain adalah bonus dari sebuah gerakan. Parkour juga tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori olahraga ekstrim, karena orientasinya bukan pada kesulitan seperti olahraga ekstrim lainnya. Seperti sudah disebutkan di atas, Parkour tidak memiliki tingkatan seperti dalam bela diri, misalnya.

Hal ketiga yang perlu diketahui tentang parkour yaitu di awal kemunculannya digunakan sebagai self defense. David Belle, orang pertama yang memperkenalkan Parkour, sejak dikenalkan oleh sang ayah sudah menekankan hal ini. Parkour adalah cara untuk meloloskan diri dari kesulitan dengan melewati halang rintang. Dengan demikian, Parkour dapat digunakan sebagai salah satu self defense (menghindar/berlari) dalam keadaan darurat. Meskipun pada perkembangannya, banyak sekali pandangan lain dan pandangan yang bergeser dari sekadar meloloskan diri dari rintangan. (fir)

Similar Posts