geopark ciletuh

JAKARTA – Indonesia dianugerahi bentangan alam luar biasa dan tingkat biodiversity yang tinggi. Bermodal kekayaan alam itu, tak heran banyak kawasan di Indonesia yang ditetapkan sebagai taman bumi atau Geopark. Konsep Geopark sendiri merupakan kawasan yang pengembangan wisata yang memadukan tiga keragaman alam, yaitu geologi dan geomorfologi (geodiversity), keragaman geologi nilai ilmiah (geoheritage), serta konservasi geodiversity (geoconservation).

Berikut Enam Geopark di Indonesia yang wajib masuk dalam perencanaan kunjungan Anda.

1. Danau Toba

Geopark satu ini sudah tidak asing di telinga pembaca karena sering di sebut di dalam pengetahuan umum yang diajarkan sejak SD. Danau Toba terletak di Provinsi Sumatera Utara. Luasnya mencapai 1.145kilometer persegi.

Danau Toba merupakan danau yang terbentuk karena letusan vulkanik yang terjadi lebih dari 70ribu tahun lalu. Saat ini, di tengahnya terdapat pulau bernama Samosir yang luasnya mencapai hampir seluas Negara Singapura. Selain bentang alam menakjubkan, pengunjung dapat merasakan atraksi budaya dan wisata olahraga. Telebih, saat ini semua itu dikemas dalam satu acara bernama Festival Danau Toba.

2. Merangin

Geopark Merangin berada di Provinsi Jambi. Kawasannya masuk ke dalam Taman Nasional Kerinci Seblat yang dikenal memiliki keanekaragaman tinggi dan daerah yang relative masih terjaga. Geopark Merangin memiliki kekayaan geologis yang tinggi dibandingkan dengan Geopark lain seperti misalnya Geopark di China dan Amerika.

Kawasan ini sudah berumur lebih dari 300 juta tahun. Karena hal itulah, Geopark Merangin menjadi tempat para peneliti untuk melakukan penelitian terhadap evolusi bumi. Di dalamnya masih banyak ditemukan fosil kayu dan tumbuhan serta kerang-kerangan yang membatu di batu endapan lava vulkanik dan abu vulkanik gunung purba.

geopark di Indonesia
Curug Sodong di Kawasan Geopark Ciletuh, Sukabumi.

3. Ciletuh

Geopark Ciletuh terletak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kawasan ini memiliki banyak pemandangan alam yang indah. Ada perbukitan hijau, air terjun di antara tebing bebatuan, dan lain sebagainya. Keunggulan utama dari Geopark Ciletuh adalah bentang alam bebatuannya yang merupakan hasil sedimentasi berbagai fosil, patahan, dan lempengan bumi puluhan tahun silam.

Pengunjung dapat mengujungi Geopark ini dengan memanfaatkan sepeda sebagai alat transportasi. Selain dapat melihat keanekaragaman bentangan alam, pengunjung juga dapat mempertahikan jenis bebatuan yang berbeda-beda di sana.

4. Gunung Sewu

Geopark Gunung Sewu secara administrasi membentangi 3 provinsi dan tiga kabupaten sekaligus. Rinciannya adalah provinsi D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sedangkan kabupatennya adalah Gunung Kidul, Wonogiri, dan Pacitan. Geopark Gunung Sewu berbentuk conical hills yang terdiri dari 40.000 bukit karst. Panjang kawasan ini mencapai 85 kilometer dengan luas endapan gamping mencapai 1.300 kilometer persegi.

Seperti sudah disebutkan, Geopark Gunung Sewu merupakan kawasan karst. Di dalamnya tersimpan kekayaan geologi, salah satunya berupa gua. Dari sekian banyak gua yang ada di sana, yang paling panjang adalah Luweng Jaran sepanjang 25 km, sedangkan gua paling dalam adalah Luweng Ngepoh dengan kedalaman mencapai 200 meter.

5. Gunung Batur

Geopark Gunung Batur terletak di Provinsi Bali. Daerahnya merupakan kawasan yang masuk dalam rangkaian cincin api Pasifik yang membentang sepanjang deretan panjang gunung api aktif di Indonesia. Kaldera Danau Gunung Batur dikenal karena kawah vulkanik yang terbentuk kurang lebih 23ribu tahun lalu. Geopark Gunung Batur merupakan taman bumi yang pertama kali diresmikan di Indonesia.

6. Gunung Rinjani

Geopark Gunung Rinjani terletak di Provinsi Nua Tenggara Barat. Selain menjadi taman bumi, kawasannya juga menjadi Taman Nasional. Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi di kepulauan sunda kecil. Keunikan dari kawasan ini adalah keberadaan kaldera beserta dengan gunung api aktif di tengahnya, yakni Gunung Barujari.

Sebagai taman bumi, Rinjani memiliki keragaman geologi, hayati, dan tradisi yang berguna untuk riset dan pengembangan Ilmu Pengetahuan. Selain itu, pesona Rinjani juga terletak pada keragaman kawasannya yang meliputi padang sabana luas, perbukitan yang dihiasi cemara gunung, serta tanjakan berbatu menuju puncaknya. (fir/ sumber: nationalgeographic.co.id)

Similar Posts