Jaket gunung biasa jadi pilihan bagi pegiat petualangan. Bahan dan rancangan jaket gunung dapat menahan kerasnya elemen alam. Bukan saja untuk di gunung, di gurun, di rimba dan bahkan berkendaraan motor pun jaket ini tangguh.

Memilih jaket gunung harus memperhatikan bahan dan jahitan serta lapisan penahan air. Bahan kain yang tahan air dan mudah menyalurkan uap keringat, seperti bahan goretex dan sejenisnya.  Jahitan ganda pada bagian sambungan menjamin tidak mudah robek. Pelapis pada bagian jahitan menjaga air hujan tidak merembes sampai ke tubuh.

Ada enam pernik di jaket yang harus diperhatikan. Tutup kepala yang muat saat kita membutuhkan helm pendakian. Tuas penarik di sisi tutup kepala untuk memudahkan mengencangkan agar leher dan kepala terlindung.Kantung di dada untuk menyimpan alat elektronik. Bahan tebal pada bagian pundak karena bagian yang kerap tergesek oleh sabuk pundak ransel. Ritsleting kantung lengan sebaiknya setinggi posisi siku kita, untuk memudahkan masuk nya tangan saat perlu pelindung tambahan dari hawa dingin. Helai penarik pada ujung lengan dikunci dengan velcro agar mudah bagi kita menutup atau membukanya saat udara berubah.

Dalam memilih ada ukuran jaket tentu dicoba apakah sudah pas dengan tubuh kita. Kemudian periksa apakah cukup udara dapat menembus ke dalam. Pasalnya tidak setiap saat jaket digunakan saat hujan deras, kadangkala kita berjalan dalam gerimis dan berkeringat hingga perlu uap panas bisa keluar dan udara sejuk masuk. Selain itu perhatikan apakah jaket dapat dilipat hingga muat di kantung dalam ransel. Juga pastikan jika mengenakan ransel, jaket masih pas seperti keinginan kita. Terakhir coba bungkuk badan dan gerakan tubuh yang ekstrim. Perhatikan apakah jaket masih tetap menyelimuti kita atau bagian punggung bawah terbuka karena dasar jaket tertarik ke atas. (ads/Outside Magazine)

 

Foto Utama:

Jaket gunung yang tepat dapat menahan elemen alam ekstrim seperti ketika badai salju di kawasan Annapurna.(adiseno)

Similar Posts