pendakian Gunung Raung

Gunung Api Aktif Di Timur Jawa

BANYUWANGI – Di jalur ini pula terlihat burung berwarna hijau lumut dipadu warna merah serta kuning sedang bertingkah diatas ranting yang di tumbuhi lumut.  Tiba di pos tujuh selepas dhuhur menjelang ashar cuaca sangat bersahabat walau kabut datang menggelayut diatas pepohonan tua yang kerdil khas tumbuhan di ketinggian.

Pos ini diatas ketinggian 2.551 meter, namun terasa hangat karena matahari masih menyisakan sinarnya untuk menembus kabut. Saat waktu magrib tiba sekitar pukul 18.00, sunset pun menyeruat menampakkan keindahannya.  Tanpa membuang kesempatan kami pun berebutan berfoto. Start dari pos tujuh menjelang subuh kami bergerak perlahan menuju destinasi puncak Gunung Raung.

pendakian gunung raung
Jalan setapak menuju Pos Tujuh

Melewati pos delapan, matahari mulai menampakkan sinarnya (sunrise). Garis-garis merah menyembul dan menembus dari balik pepohonan cantigi yang tumbuh lebat membentuk kanopi disepanjang jalur naik. Perjalanan menuju puncak bendera terasa menyegarkan di selingi semilir angin pagi.

Puncak Raung terdiri dari dua triangulasi, yaitu puncak bendera 3.310 meter dari permukaan laut (dpl) dan puncak sejati yaitu 3.344 meter dari permukaan laut (dpl) adalah gunung berapi kerucut yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Peningkatan aktivitas Gunung Raung terjadi pada 21 Juni 2015. Material pijar mulai menyembur pada tanggal 26 Juni 2015 dan rangkaian letusan terjadi sejak tanggal 4 Juli 2015. Rangkaian letusannya menyebabkan terganggunya jalur penerbangan ke dan dari wilayah timur Jawa.

Berfoto ria adalah yang kami lakukan tanpa menyia-nyiakan waktu. Tidak terasa kabut putih mulai menghampiri kami dan gelappun terlihat. Tanpa menunggu aba-aba, kami mulai mengepak perlengkapan dan mulai menuruni tebing untuk turun ke Pos Tujuh dimana kami mendirikan tenda. (hayatdin)

Foto utama: Puncak Gunung Raung 3.344 mdpl. (dok. Hayatdin)

Similar Posts