Verbena di Gunung Semeru

JAKARTA – Beberapa waktu lalu netizen sempat dihebohkan dengan foto seorang pendaki perempuan yang memegang tumbuhan berwarna ungu di wilayah Oro-oro Ombo, Gunung Semeru. Respon negatif dari netizen tetap bermunculan walaupun foto yang diunggah dilengkapi keterangan alasan pemetikan tumbuhan.

Verbena di Gunung Semeru
Sumber: instagram.com/putriiutyy

Pemandangan khas dari kumpulan tumbuhan berwarna ungu ini bisa dilihat di sepanjang Oro-oro Ombo pada Januari hingga Agustus. Lokasi ini memang menjadi salah satu tempat favorit para pendaki untuk berfoto. Sayangnya kurang menyebarnya informasi terkait tumbuhan ini membuat banyak pendaki mengiranya sebagai lavender karena sekilas memang memiliki warna yang sama. Padahal, tumbuhan bernama Verbena brasiliensis vell dari keluarga Verbenaceae ini berpotensi mengancam ekologis. Verbena dikenal sebagai tumbuhan yang menyerap air sangat banyak dan cepat membuat daerah sekitarnya kekeringan.

Meskipun dalam website resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum tertulis adanya anjuran untuk memetik tumbuhan ini, kini pemetikan Verbana di Gunung Semeru menjadi hal yang dianjurkan oleh pengelola TNBTS kepada para pendaki. Informasi secara lisan ini disampaikan sesaat sebelum pendakian. “Bunga yang satu ini bisa menyerap kadar air dari tanaman sekitar, salah satunya penyebab bunga Edelweis mati, Jadi sangat direkomendasikan oleh taman nasional untuk dicabut”, tulis pemilik akun instagram yang membuat heboh netizen.

Verbena di Gunung Semeru
Laman website TNBTS. Tidak ada keterangan tentang keberadaan Lavender di Gunung Semeru maupun anjuran untuk mencabut Verbena

Keputusan untuk memetik verbena terbilang benar karena bunga tersebut termasuk hama yang dapat merusak lingkungan sekitarnya. Namun, perlu dipastikan bahwa hasil petikan akan dibawa sampai ke lokasi pembuangan yang layak. Hasil petikan Verbena yang berserakan di jalan atau lokasi lain dikhawatirkan malah akan memperluas tempat tumbuh tanaman hama ini.

Kejadian di dunia maya ini menyadarkan tentang  pentingnya edukasi dalam bentuk lisan ataupun tulisan tentang flora dan fauna serta “do’s & don’t’s” di semua taman nasional yang diberikan oleh pihak pengelola . Pihak pengelola taman nasional juga dapat memanfaatkan media sosial maupun website resmi untuk menyebarkan informasi yang bersifat edukatif bagi para calon pengunjung. Yang tidak kalah penting adalah kesadaran para calon pengunjung untuk mencari segala informasi terkait lokasi yang akan dikunjungi, termasuk tentang tumbuhan. (aulia rachmawati )

Similar Posts