Perjalanan Spiritual Re-booth Jasad dan Jiwa
Jakarta – Perjalanan seribu mil dimulai dari  satu langkah. Peribahasa para pejalan pasti mengherankan bagi awam. Siapa yang mau jalan seribu mil?  Seratus kilometer pun terasa janggal. Di Eropa ribuan orang berjalan kaki hingga ratusan kilometer menuju satu kota. Camino de  Santiago nama jalurnya.

camino de santiago2
Tanda jalan Camino de Santiago (wikimedia)

Kota Santiago berada dekat pantai Atlantik di Spanyol. Sebuah katedral menyimpan jasad Santo Yakobus tujuannya. Ziarah ini sudah mulai sejak abad ke-sembilan. Sempat memudar hingga berabad-abad mulai abad ke 16. Ziarah ke Santiago bangkit lagi pada abad ke 20 akibat kerja keras  Don Elias Valina Sampredo seorang pendeta yang selama 30 tahun membangkitkan kembali Camino de Santiago. Upaya Don Elias ini berbuah pada 1982 dengan terbitnya buku panduan Camino de Santiago.

Diabad 21 ini dalam setahun 150.000 pejalan menempuh Camino de Santiago. Tidak saja dilakukan peziarah Katolik, tetapi jika ditanyakan pada pelakunya, kebanyakan menyukai persaudaraan sesamanya. Mereka berangkat dengan berbagai alasan. Ada yang karena beratnya perceraian, banyak yang karena musibah pribadi. Sebagian karena  mencari penyemangat perubahan hidup. Juga yang ingin membangkitkan hubungan spiritual dengan Tuhan . Tentu seratus ribu macam juga pengalaman mereka.

Beda dengan trek ke Himalaya, perjalanan menyeberang lebarnya negeri Spanyol tidak selalu di kawasan berpemandangan indah. Kerap jalan berada di daerah industri dan perkotaan bising. Budaya dan keramahan masyarakat yang melipur. Kuliner dan minum anggur juga menghibur.

Kisah Yakobus Dimakamkan di Santiago

Santo Yakobus adalah salah satu dari murid Yesus Kristus. Wafatnya Kristus membuat para murid  menyebar, dan Yakobus melakukan syiar Nasrani hingga Iberia,  wilayah di Spanyol kini. Ia tidak begitu berhasil di sana karena hanya tujuh orang pengikutnya. Namun Santo Yakobus selalu dikaitkan dengan Spanyol secara tradisi dan legenda serta dalam hikayat. Diberitakan Santo Yakobus menyaksikan penampakan Bunda Maria sekitar 44 Masehi . Ia diperintahkan  membangun gereja di Zaragoza yang sampai sekarang masih bisa disaksikan. Selepas dari Iberia, Santo Yakobus balik ke tanah Palestina dan meninggal di sana.

Menurut legenda, jenazahnya dibawa kembali ke Spanyol dengan kapal dari batu yang tidak menggunakan dayung atau layar untuk penggeraknya. Kapal batu ini diiringi malaikat. Setibanya di Iria Flavia yang sekarang disebut Padron di Spanyol, ia dibawa oleh para pengikutnya dan dimakamkan diatas bukit. Selama tujuh abad lebih makamnya dilupakan hingga seorang petapa Nasrani bernama Pelayo melihat sinar menerangi bukit Libredon. Ia pun menjumpai makam Santo Yakobus. Temuan ini diakui oleh Uskup Agung saat itu dan Raja Alfonso II memerintah pembangunan kapel diatasnya. Mulailah peziarah datang ke Santiago.

Gereja pertama dibangun pada  829, dikembangkan pada tahun akhir abad ke 9. Katedral yang sekarang ada mulai dibangun pada 1075 dan selesai pada 1120.  Ketika katedral selesai sekitar seribu peziarah setiap harinya datang. Namun kondisi politik, perang menghentikan peziarah berjalan ke Santiago.

Kembali Ramai

Santiago kembali didatangi ketika Paus John Paul II mengunjungi katedral di sana. Pada 1993 jalur penghubung dari Perancis, Camino Frances diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia. Sejak itu meledak perhatian dunia pada Camino de Santiago, atau jalan menuju Santiago.

Ratusan fasilitas penginapan berkembang.Jika dahulu penginapan bagi pejalan hanya seadanya dan dikelola berdasarkan keramah tamahan bagi musafir, sekarang tumbuh berbagai pilihan albergue, penginapan dormitori khas Spanyol, hingga hotel berbintang.

Rute panah kuning yang diawali oleh pendeta Don Elias dan para pengikutnya sekarang sudah sangat luas dan  jelas hingga para pejalan tidak lagi perlu bawa peta atau buku petunjuk. Badan Pariwisata daerah maupun  pusat juga terlibat dalam layanan para pejalan menuju Santiago.  Jalan tanah setapak digantikan oleh jalan diperkeras bahkan dengan aspal yang membebani persendian kaki. Penyeberangan jalan raya dibuatkan terowongan maupun jembatan penyeberangan.

Perjalanan menuju Santiago saat ini sudah nyaman jika dibandingkan masa lalu yang penuh marabahaya.  Masih tetap membutuhkan langkah pertama, tetapi bukan lagi setara seribu mil yang berbahaya dan penuh beban. (ads/Hiking Camino de Santiago)

Similar Posts