Snow Leopard

Kisah Pencarian Spiritual

Peter Matthiessen menuliskan pengalamannya menelusuri kawasan Annapurna untuk mengejar kambing buruan macan tutul salju – The Snow Leopard – pada 1973. Matthiessen mengikuti penelitian George Schaller, pakar biologi satwa terkemuka masa kini. Bukunya mengangkat macan tutul salju ke dalam kesadaran pembacanya. Juga proses gugah jiwa yang dialami dalam menelusuri pedalaman Himalaya membuat buku ini mendapatkan National Book Award untuk dua kategori berbeda pada 1979 dan 1980.

Peter Matthiessen meninggal pada April 2014. Saya mengambil bukunya sebagai penyemangat diri pada Oktober 2014, selepas terhempas Badai Annapurna. Buku yang sudah dikenal luas dikalangan penggemar kisah perjalanan, dan juga pengetahuan biologi. Mencari jejak macan tutul salju seperti mencari ketenangan diri ketika pasangan hidup anda baru meninggal karena kanker. Istri Matthiessen baru meninggal dan ia tetap melakukan perjalanan ke kawasan Dolpo di barat Dhaulagiri walau anaknya baru delapan tahun.

Setiap orang mengalami masa pencarian. Masa remaja disebut pencarian, dan ketika setengah abad banyak juga yang kembali mencari makna. Bahkan Marc Kaufman, wartawan kawakan penulis First Contact: Scientific Breakthroughs in the Hunt for Life Beyond Earth, ketika berusia tujuh dekade mengulas The Snow Leopard karena merasa kembali perlu mencari makna hidup.

The Snow Leopard yang menceritakan pencarian Schaller kambing gunung mangsa macan tutul salju. Sungguhnya Schaller mencari macan tutul salju.  Pencarian ini melalui kawasan suku keturunan Tibet yang memiliki agama khas Bon. Kehadiran Matthiessen yang juga seorang pencari membuat kisah perjalanan secara fisik menegangkan, namun secara spiritual melegakan.

Rute yang mereka lalui menuju Gunung Kristal tempat suci agama Bon penuh dengan tantangan. Para porter yang kerap menghilang. Jalan setapak yang terancam buntu  akibat badai salju.

Matthiessen yang dalam pencariannya juga lewat narkoba dan perjalanan ke masyarakat terpencil di penjuru dunia saat itu memeluk Zen Budhisme. Ia  yang juga penulis Under the Mountain Wall, kisah para peneliti dekade 60an diantara orang Dani di Wamena. Matthiessen dapat menjelaskan perjalanan dirinya melewati kepedihan kehilangan istri, melalui ulasan mencerahkan mengenai masyarakat dan budaya Dolpo.

Pencarian akan datang,banyak yang melalui perjalanan. Kerap hanya olah fisik yang diperoleh dari pencarian itu. Buku almarhum Peter Matthiessen ini perlu untuk pengantar dibalik panduan perjalanan ada pengalaman spiritual. (ads/berbagai sumber)

Judul Buku      : The Snow Leopard (edisi 2003)

Penulis             : Peter Matthiessen

Penerbit           : Vintage

Tebal buku      : 312 halaman

Terbit perdana : 1979

Foto utama:  SLCF Mongolia /Snow Leopard Trust

Similar Posts