himalaya ladder to paradise

Himalaya: Ladder to Paradise film garapan duo sutradara Xiao Han dan Liang Junjian tahun 2015. Keduanya mewakili semangat perkembangan film Tiongkok baru. Seperti dijelaskan oleh Zhou Jianwei perwakilan dari Shanghai Film Distributor and Exhibition.

Perkembangan film di China saat ini maju sekali.  Zhou Jianwei dalam pemutaran Himalaya: Ladder to Paradise di Kineforum DKJ menjelaskan,  banyak cerita segar dan berbeda dari para sutradara muda.

Film Himalaya: Ladder to Paradise menyuguhkan cerita berbeda soal dunia petualangan. Khususnya mengisahkan sisi utara Gunung Everest sebagai kurang populer dibandingkan dengan sisi selatan di Nepal.

himalaya ladder to paradiseJuga mengenai kehidupan para pemandu gunung. Mulai dari persiapan jadi pemandu hingga tugas mencapai atap tertinggi dunia. Seorang pemandu harus melewati proses sekolah dan pendidikan selama empat tahun. Setelah empat tahun itu, mereka belum tentu langsung menjadi pendaki, tetapi biasanya menjadi pengangkut barang lebih dulu, perlahan-lahan hingga akhirnya siap menjadi pemandu bagi klien hingga puncak. Menjadi pemandu gunung adalah salah satu impian terbesar anak-anak di kaki Himalaya, termasuk Tibet.

Sedangkan dari sisi sinematografi, film ini merupakan film dokumenter pertama dengan format 4K Ultra High Definition menuju puncak Everest. Gambarnya sangat stabil dan detil. Didukung alam sisi utara Everest yang lebih sulit dan menantang secara teknis pendakian, menjadikan film ini sangat bagus secara keseluruhan.

Sisi lain pendakian seperti kepercayaan orang Tibet juga masuk di dalam film ini. Bahkan judul film ini pun diambil dari tangga-tangga putih yang dilukis pada batu oleh orang Tibet sebagai bentuk kepercayaan untuk menuju tempat-tempat suci. Dan menuju puncak Everest adalah salah satu tempat suci itu. Dahulu, keberadaannya sangat dilindungi. Namun, saat pendakian sudah menjadi tren, para penjaga itu tak kuasa menahan keinginan orang-orang menuju puncak suci itu.

Sudut pandang anak-anak juga disorot film ini. Bahkan menjadi bagian yang krusial. Sebab, anak-anak inilah yang nanti akhirnya akan menjadi calon penerus pemandu gunung di Puncak-puncak Himalaya. Sejak di sekolah menengah pertama, cita-cita itu tertanam di dalam diri mereka. Diakhir film ada wawancara terhadap mereka. (firman arif)

Trailer Film Himalaya: Ladder to Paradise

Similar Posts