buku pencinta alam

Kelompok Pencinta Alam tertua Indonesia sudah lebih setengah abad usianya. Kisah mereka menjelajah Indonesia bahkan dunia, tersebar di berbagai media dan waktu. Projek besar seperti Seven Summits dunia yang dikerjakan Mahitala Universitas Parahyangan sudah dibukukan. Begitu juga pendahulunya, tim Everest Indonesia 1997.

Buku-buku ini menyimpan pelajaran bagi generasi selanjutnya. Bagi pelakunya, menerbitkan buku kisah perjalanan pencinta alam juga untuk kenangan. Ambil contoh Kelompok Pencinta Alam (KPA) tua dari kota Malang, Young Pioneers, dalam rangka 40tahun YP mereka menerbitkan buku Bersama Alam Kami Berhimpun, tahun 2010.

Buku ini berisi kisah perjalanan, profil para pendiri dan tokoh tokoh Young Pioneers. Juga perjalanan nama yang berawal dari Young Pioneers Mountain Climbers hingga menjadi YEPE. Perubahan nama yang ditulis oleh pemotret petualangan terkenal Indonesia, Don Hasman. Bagi yang meminati buku bisa menghubungi Yepe melalui akun Facebook Yepe Malang.

Lain lagi buku berjudul Cerita Kami, Kita dan Kalian. Buku ini diterbitkan Harsha Pratala, KPA dari Universitas Trilogi di Kalibata, Jakarta, memperingati 25tahun berdirinya, 7 Agustus 1989. Saat Harsha Pratala berdiri, naungan badan pendidikan masih bernama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia.

Susunan buku, terdiri dari prolog dan tiga bagian ditutup dengan epilog. Bagian pertama menjelaskan falsafah pembentukan KPA. Bagian kedua mengenai pertumbuhan organisasi dan kiprahnya. Bagian terakhir merupakan ensiklopedia organisasi dan album. Kisah petualangan anggota Harsha Pratala, perjalanan organisasi yang dibukukan tentu bermanfaat bagi peminatnya. Buku bisa didapat melalui akun Facebook Humas Harsha Pratala.

Terakhir tetapi bukan yang penghabisan, buku: Menjelajah Melampaui Zaman. Buku cetakan Juni 2017 ini diterbitkan anggota Mapala Universitas Indonesia (UI) yang masuk ke Mapala UI tahun 1986. KPA tertua kedua ini sudah memiliki anggota 1.000lebih. Angkatan ini menyandang nomor anggota dari 321 hingga 404, sebanyak 97 mahasiswa Universitas Indonesia mendaftar ketika itu. Buku ini bisa dicoba dapat melalui FanPage Facebook BKP86_mapalaui atau Instagram @bkp86_mapalaui.

Buku ini seperti kedua sebelumnya, menjelaskan tali persahabatan yang terbangun menjadi jaringan yang memperkuat semangat berpetualang, menjelajah alam. Buku setebal 224 halaman terdiri dari  12 bagian dengan bagian terakhir mengisahkan perjalanan-perjalanan bersemangat reuni yang sekaligus membangun masa depan. Umar Farouk salah satu penulis menyimpulkan: “…yang paling mengesankan buat anak gue yang saat itu SMP ternyata adalah, bagaimana orangtuanya berinteraksi. Dia bilang ternyata orangtuanya bercanda melulu…hehehe.. Gue bilang saja itu sudah kami lakukan puluhan tahun.” (adiseno)

Foto utama: Tiga buku kisah petualangan kelompok pencinta alam, kenangan dan pelajaran kegiatan nyata. (adiseno)

cerita kita

berhimpun bersama alam

melampaui zaman

 

Similar Posts