aplikasi naik gunung

Tersesat jadi salah satu masalah yang banyak dibahas saat naik gunung. Selama setahun ke belakang, banyak berita soal hilangnya pendaki di gunung. Mulai dari pendaki lokal hingga pendaki asing yang akhirnya meninggal di Gunung Semeru pada Juni 2016 silam. Saat ini, solusi atas banyak masalah dalam kehidupan manusia adalah teknologi. Dalam hal ini, ternyata teknologi juga dapat mengurangi resiko tersesat di gunung. Solusi itu ada dalam aplikasi bernama BackCountry Navigator.

aplikasi naik gunung
Logo aplikasi Backcountry Navigator.

Aplikasi BackCountry Navigator adalah salah satu penyedia layanan Global Positioning System (GPS). Di dalam aplikasi ini juga terdapat kompas yang langsung bisa digunakan di dalam peta yang tertera di layar gawai pengguna. Selain itu, peta yang disediakan juga dapat dipilih berdasarkan kebutuhan. Untuk kepentingan naik gunung, terdapat peta topografi dengan indeks kontur 50meter. Koordinat letak pengguna dapat diatur sesuai dengan alat pendukung lain (dalam hal ini peta), mulai dari koordinat Universal Tranverse Mercator (UTM), hingga kordinat Degree Minute Second (DMS) yang lazim digunakan dalam peta rupa bumi di Indonesia.

Adapun keunggulan dari aplikasi ini adalah mudahnya akses untuk mendapatkannya. Pengguna yang tertarik bisa mengunduh aplikasi secara gratis di Google PlayStore. Jika ingin layanan yang lebih bisa menaikkan level aplikasi ke premium dengan membayar sejumlah uang. Selain itu, keunggulan lainnya antara lain adalah kesatuan semua kebutuhan dalam satu aplikasi (peta, kompas, jalur, beserta dengan jarak tempuh, kecepatan rata-rata, total kenaikan dan penurunan, dan kordinat). Pengguna dapat menandai lokasi tempat peristirahatan dilengkapi dengan foto. Selain itu, jalur umum yang resmi sudah secara langsung terdapat di peta.

Namun, keunggulan yang utama dari aplikasi ini adalah dapat digunakan tanpa menggunakan sinyal internet dan telepon. Keunggulan ini penting karena di gunung umumnya tidak akan ditemui sinyal telepon bahkan internet. Gawai yang disetel airplane mode sekalipun tetap dapat digunakan. Sehingga, hal tersebut akan dapat menghemat daya baterai. Pengguna harus mengunduh area bermain terlebih dahulu untuk dapat menggunakan layanan ini. Keunggulan ini memungkinkan aplikasi ini dapat menjadi solusi ketika tersesat. Tinggal menghidupkan gawai dan ikuti peta yang dilengkapi kompas, bahkan jalur yang sudah ditandai.

Sedangkan kekurangan aplikasi ini adalah tingkat ketelitian yang tidak tinggi. Kadang, kontur sungai kecil yang berawal dari mata air tidak akan nampak di peta. Sungai tersebut baru akan terlihat setelah bertemu dengan sungai-sungai kecil lain membentuk sungai besar. Selain itu, ukuran satu area yang harus diunduh biasanya berada di kisaran 50 MB. Dan kekurangan yang juga tak lepas dari kekurangan gawai itu sendiri adalah gawai yang harus terus menyala. Artinya, penggunaannya terbatas, harus ada pendukung lain untuk memastikan gawai yang digunakan tetap dalam keadaan hidup. (fir)

Foto utama: Tampilan aplikasi Backcountry Navigator.

Similar Posts