Kathmandu – Dokter Nima tidak cukup sekolah kedokteran satu kali. Ia belajar di China, menambah pengetahuannya di Inggris, Amerika dan Italia. Sekarang ini dr. Nima masih praktik, walau ia lebih menghabiskan waktunya untuk kegiatan pelatihan alam bebas.

Nima Namgyal Sherpa, berusia 34 tahun dan belum menikah. Dokter Nima diminta Nepal National Mountain Guide Association (NNMGA) untuk menyampaikan topik kesehatan dalam pendakian gunung tinggi. Secara fasih dokter muda ini menjelaskan perlunya pendaki bergerak sesuai iramanya, dan bahan suplemen untuk aklimatisasi seperti Diamox, tidak terjamin membantu.

Dr Nima saat bertugas di pendakian membawa perlengkapan medis selain kebutuhan pendakian. (dok. www.himalayan medic.com)

Nima mengatakan walau masih praktik, ia lebih banyak bergerak pada pelatihan, penyebaran kesadaran akan kegiatan alam. Selepas pertemuan pemandu gunung internasional pun Nima harus ke acara pelatihan pengenalan alam. “Hanya satu jam dari Kathmandu ada lokasi perkemahan dengan pemandangan alam gunung tinggi,” ujarnya menjelaskan kenapa ia terburu-buru pergi.

Nima terkesan karena pemuda pemudi yang diajaknya semua terheran heran dengan kedekatan ke alam di lokasi pelatihan itu. Padahal pesertanya adalah warga Nepal, negara yang memiliki delapan dari 14 gunung tertinggi bumi.

Dokter Nima sudah tidak lagi praktik di lereng-lereng kawasan Khumbu jalur pendakian ke Everest (8.848m). Ia pernah bertugas di klinik gunung Khumjung di dekat Namche Bazaar, desa utama kawasan Khumbu. Ia kini sibuk mengelola Himalayan Medic selaku Direktur Pelaksana di Kathmandu, ibukota Nepal.

Usaha untuk menyebarkan pengetahuan medis dalam menjalankan kegiatan di alam terbuka. Melakukan pelatihan P3K untuk alam terbuka berlatar pelatihan yang diterimanya dari National Outdoor Leadership School di Amerika Serikat. Nima juga menjalani pendidikan di institut medis gunung di Bolzano, Italia. Ia juga mendapatkan pendidikan dan praktik pelayanan darurat di Inggris, University Hospital of North Stratford, selain pelatihan dalam ambulans udara menggunakan helikopter.

Keahlian dan keterampilan medis ini diimbuhi dengan pelatihan selaku penyelamat di Mountain Rescue Training Nepal/Italia. Saat bertugas menjadi dokter ekspedisi, Nima mencapai Puncak Everest, Puncak Manaslu (8.612m), Ama Dablam (6.812m), Lobuche East (6.150m) dan Island Peak (6.189m). Dokter Nima Namgyal Sherpa, sejatinya dokter pendaki gunung Nepal. (adiseno)

foto utama : Dr Nima Namgyal Sherpa, pekerja medis sekaligus pendaki gunung. (adiseno)

Similar Posts