Jakarta – Tren wisata petualangan bergeser dari Amerika Selatan dan Mediterania ke Eropa Timur dan Asia Tenggara. Ini diungkapkan hasil studi Asosiasi Perjalanan dan Perdagangan Petualangan Dunia (ATTA – Adventure Travel and Trade Association) melalui publikasinya untuk 2018. Data dihasilkan dari berbagai pelaku industri wisata petualangan.

Sudah satu dekade ATTA melakukan penelitian tren wisata petualangan. Dalam terbitkan kali ini 216 responden yang 56persen pelayan inbound (supplier), 26persen outbound dan 18persen melakukan kedua inbound dan outbound.

Selain pergeseran daerah minat, survey juga memunculkan usia rata-rata pelaku wisata 49tahun, dua tahun lebih senior dari hasil data tahun 2017. Itinerary khusus yang dapat diubah paling diminati. Diikuti perjalanan panjang dan perjalanan ke luar negeri. Petualangan yang ramah bagi seluruh keluarga, secara lingkungan hidup berkesinambungan, dan petualangan solo, menjadi urutan minat selanjutnya.  Lama perjalanan petualangan rata-rata adalah delapan hari. Dari semua jenis petualangan, hiking atau trekking paling banyak diminati.

Perkembangan minat wisata petualangan masuk dalam soft adventure. Petualangan ringan adalah pengalaman hidup sebagai lokal, menikmati dan menyiapkan makanan lokal, pengalaman alami, pengalaman budaya, wisata alam bersama keluarga.

Di Asia Tenggara pembangunan infrastruktur dinilai mendorong peningkatan minat pada wisata petualangan. ATTA mencatat pemerintah di Asia Tenggara menanamkan 323milyar USD untuk pembangunan jalan kereta api cepat, pengembangan bandara dan sebagainya.

konservasi di Indonesia
Di Tangkahan, wisata alam dengan atraksi gajah Taman Nasional Gunung Leuser (diah bisono)

ATTA mengutip pendapat Phillippe Richard, salah satu pendiri Easia Travel, yang beroperasi di Laos, Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Kamboja.”Para wisatawan yang tinggal di hotel bintang tiga sampai hotel mewah semua menanyakan wisata petualangan dalam perjalanan mereka. Mereka menggunakan wisata petualangan untuk mendapatkan lokasi baru dan lebih mengenal masyarakat lokal.” Ungkap  Phillippe Richard, yang menyatakan akan membuka divisi baru khusus pelayanan wisata petualangan. (ads/ sumber publikasi ATTA)

Foto Utama: Tren wisata petualangan bergeser di tahun 2018 dari kawasan Amerika Selatan dan Mediterania ke Asia Tenggara dan Eropa Timur. Daya tarik utama untuk hiking seperti di ujung timur Lembah Suryakencana, Taman Nasional Gede Pangrango (adiseno)

Similar Posts