Jakarta- Menurut rencana pada esok hari (10/4) Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24) akan menuju Lhasa, Tibet. Mereka akan lanjut ke kemah induk Everest dari sisi utara. Fransiska Dimitri yang biasa dipanggil Dee Dee, dan Mathilda berangkat pada 29 Maret lalu. Mereka menghabiskan hari pertama di Kathmandu Nepal untuk mengurus perijinan dan visa karena sisi utara Everest berada di wilayah Tibet, China.

Setelah perijinan mereka pun menyiapkan perlengkapan dan peralatan yang dapat didahulukan ke kemah induk. Keduanya sementara mulai melakukan proses penyesuaian pendakian karena akan menjejak titik tertinggi bumi di mana suhu sangat rendah, tekanan udara pun demikian dan oksigen sama juga. Akibatnya pendaki yang berada di ketinggian lebih dari 7.000m akan perlahan berkurang kebugarannya. Para ahli menyebut ketinggian diatas 7.000m, Death Zone. Kebugaran tubuh perlahan berkurang hingga bisa berakibat fatal. Proses penyesuaian disebut aklimatisasi. 

Aklimatisasi perdana kedua pendaki putri dimulai dengan menyambangi Gosaikunda (4.380 mdpl). Pendakian di Nepal ini berlangsung satu Minggu dan berakhir 8 April, kemarin.  Selanjutnya dalam perjalanan ke Everest north basecamp, Dee Dee dan Mathilda akan melanjutkan proses aklimatisasi di Xigatse (3.920m), Shigar (4.400m) dan di kemah induk (5.200m).  Dari kemah induk Dee Dee dan Mathilda akan turun naik ke berbagai kemah antara sebelum CAMP 3 untuk menyesuaikan diri pada oksigen tipis dan tekanan udara rendah serta suhu ekstrim dingin.

Pendakian Dee Dee dan Mathilda menggunakan jasa agen pendakian Kari Kobler & Partner. Mereka akan ditemani Kari Kobler sendiri bersama pemandu gunung tinggi Hiroyuki Kuraoka dan Muneo Nukita. Sejumlah 15 orang Sherpa akan membantu. Dan kedua putri Indonesia ini akan bergabung dengan tim Jepang dan ditemani tim Swiss yang menggunakan agen sama. (ads/rilis WISSEMU)

FOTO UTAMA:

Kemah induk Everest dari sisi Utara. Jalur ini pernah didaki oleh Clara Sumarwati, Iwan Irawan dan Nurhuda pada waktu berbeda. Kini dua putri Indonesia akan mendakinya untuk menyelesaikan program pendakian tujuh puncak di tujuh benua, Seven Summits (dok. Grant Rawlinson)

Similar Posts