Jakarta – Tim kombinasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), uji tanding lomba di Universitas Tarumanegara, Jakarta pada 22-27 April ini. Outdoor Cafe Indonesia (OCI) berkesempatan menemui pelatih tim, Triyanto Budi. Dua emas sasaran Indonesia di panjat tebing diharapkan dari disiplin speed.

“Kombinasi tidak disetujui oleh Menpora,”tukas Budi saat ditemui disela-sela lomba pada Kamis (26/4). Ditolak karena kemungkinan juara kecil mengingat atlit nasional belum berperan di disiplin lainnya. Sebetulnya lomba kombinasi harus diselenggarakan karena ketetapan IFSC Asian Council Board mengingat hanya lomba ini yang akan dipertandingkan di Olimpiade 2020. FPTI memaksakan diri dengan pendanaan mandiri untuk membentuk tim ini.

Bidang prestasi dan usia dini, Kuntono bertugas mencari bibit atlit. Pilihannya pada hasil Kejuaraan Nasional Kelompok Umur (KU) dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Hasilnya, Seto (18,), Iromal Khatibin (18), Ndona Nasugian (20), dan Widia Fujiati (19). Mereka peraih emas di beberapa disiplin pada Kejurnas KU dan Popnas. Seto meraih dua emas di Kejurnas KU dan Popnas. Khatibin meraih satu emas di masing-masing lomba. Nasugian mendapatkan 1emas di Kejurnas KU dan 1 perunggu di Popnas. Sedangkan Fujiati dua emas dan satu perak di Kejurnas KU.

Menurut Budi, pencarian bakat ini sulit karena pelatnas hanya hingga Agustus saja. Berhenti setelah Asian Games digelar. Banyak pelajar terutama SMA kelas 3 yang harus ujian tidak bersedia ikut. Masalah ini juga dihadapi banyak cabang olahraga lainnya.

Budi menjelaskan bahwa untuk menjalankan pelatihan dibutuhkan asisten pelatih prasarana. Dalam panjat tebing pembuat jalur berperan. “Butuh empat pembuat jalur internasional,” ungkap Budi yang mengutip pendapat pelatih nasional panjat tebing Jerman. Sementara FPTI baru memiliki satu pembuat jalur internasional, Ronald Novar Mamarimbing.

Semua masalah ini tidak menghentikan FPTI untuk membangun atlit yang hendak dipersiapkan untuk Olimpiade Tokyo 2020. “Jika berlanjut (pelatnas) sampai 2020, dan ada tanding ke luar negeri, kita sanggup bersaing di Olimpiade,” tegas Budi. (adiseno)

Foto Utama:

Lead mengejar ketinggian, boulder mengutamakan pemecahan masalah panjat, dan speed kecepatan. Ini ketiga disiplin lomba panjat tebing nomor kombinasi (composit foto:adiseno/dok FPTI)

Similar Posts