fitfifty tiba di puncak elbrus

TERSKOL – 17 Agustus dini hari tim Fit@Fifty mencoba memuncak dan batal karena cuaca buruk. Rombongan pendaki internasional yang berada di muka, telah menunggu setengah jam tetapi memutuskan balik karena angin tidak reda. Hujan salju pun mengguyur tipis ketika tim Fit@Fifty menyusul. Ditengah jalan mereka berjumpa dengan rombongan yang balik kanan. Atas usul Nickolay Shustrov, kepala pemandu, tim pun turut surut dan kembali ke pondokan gunung Barrel Hut (3.600m).

Walau cuaca mendung, tim Fit@Fifty memutuskan menyelenggarakan upacara Bendera Merah Putih di sisi pondokan gunung, di tepi glasier. Inspektur upacara dipilih Agus Radjani Pandjaitan, dan komandan upacara Gabriel Tri Swastono yang mantan menwa Resimen 3 Mahawarman, Universitas Parahyangan. Selaku pengibar bendera adalah anggota termuda tim yang masih 22 tahun, Fadli Febrian.

Usai upacara singkat, Nickolay yang ringkas dipanggil Nick, menjelaskan bahwa prediksi cuaca pada beberapa hari ini sesuai. Pada 19 Agustus 2016, diprediksi cuaca akan sangat baik, hari terpanas pada musim panas tahun ini. Kami pun memutuskan untuk menjadikan 19 Agustus hari pendakian puncak.

Kembali pada dini hari tim bersiap. Berangkat setelah tengah malam, tim merayap hingga sadel antara puncak Timur dan Barat. Puncak Elbrus yang tertinggi adalah puncak Barat. 5.642meter, mudah dihafal karena di sepanjang lembah menuju Elbrus, banyak tempat menggunakan angka puncak sebagai namanya. Bahkan, bir terlezat di Lembah Bakzan judulnya, 5642.

fitfity di puncak elbrus
Tim Fit@Fifty tiba di Puncak Elbrus (19/8)

Angin hanya sesekali menerpa. Tidak pantas disebut sepoi-sepoi karena tiupannya membekukan pipi yang tidak tertutup kain. Besutan debu salju, mengiring pendakian lereng menuju plato puncak. Tiga pemandu menjaga rombongan 11 pendaki Fit@Fifty. Yuri Pavlov berada di sisi jurang, memberi rasa aman jalan di lereng terjal. Brad Rovie, memimpin di muka. Selama pendakian aklimatisasi dia mempelajari seluruh tim. Irama kami sudah dia hafal. Ia berjalan perlahan, bahkan sesekali menghadap ke belakang, berjalan mundur. Ketika yang terbelakang tertinggal, ia memelan, dan bahkan menyuruh istirahat agar rombongan menyatu. Nick berada di belakang menutup barisan.

Pada pukul 09.00, tim pendakian yang disponsori oleh PT Pertamina, PT Tugu Pratama Indonesia, Shabu Nobu, dan PT Andalan Inti Rekatama ini tiba di puncak. Rombongan terdepan, Fandi Ahmad (32), Fadli Febrian (22), Agung Sutiastoro, Nizar Suhendra jadi yang pertama tiba. Disusul oleh para penyandang setengah abad, Agus Radjani Pandjaitan, Gabriel Tri Swastono, Raharjo Unggul, Arie Nugroho, dan jauh terakhir Adiseno. (ads)

Similar Posts