JAKARTA – Pendakian Gunung merapi akan ditutup pada malam pergantian akhir tahun nanti. Hal ini disampaikan Kepala Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), I Made Agung Nandaka. “Pendakian hanya diperbolehkan sampai satu kilometer di bawah pucak Merapi atau hanya sampai Pasar Bubrah,” ujarnya pada Mingu (18/12).

Made melanjutkan, pihaknya telah melayangkan surat ke pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Klaten, dan Boyolali untuk melarang para pendaki melakukan pendakian ke puncak Gunung Merapi. BPPTKG juga akan berkoordinasi dengan pengelola Taman Nasional Gunung Merapi terkait hal ini.

Pelarangan pendakian ke puncak Merapi juga terkait cuaca pada musim hujan ini. Curah hujan yang tinggi membahayakan stabilitas material vulkanik di puncak Gunung Merapi. Diakui Made, pasca erupsi 2010 lalu, sisi kubah di Puncak Merapi tidak stabil. Meskipun kecil, tetap ada kemungkinan terjadinya longsoran material tersebut. Jika pendakian tetap dilakukan hingga puncak, khawatir akan membahayakan nyawa pendaki.

Selain melakukan pemetaan potensi material vulkanik bekas erupsi 2010, BPPTKG juga memetakan potensi lahar dingin di beberapa sungai di kaki Gunung Merapi. “Tersebar di semua lereng Merpai, hanya terbanyak memang di sungai. Posisinya semakin adat sehingga potensi banjir lahar semakin berkurang,” ujarnya. Saat Ini aktivitas Gunung Merapi sendiri termasuk normal aktif. (uli/sumber: republika.co.id)

Similar Posts