JAKARTA – Salju di puncak Carstenzs Pyramid Pegunungan Jayawijaya, Papua, kini makin menghilang. Menurut Tutik Hendrawati, Dirjen Pengendalian Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (B3) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hal ini adalah dampak pemanasan global. “Memang pada Mei 2016 lalu menjadi bulan terpanas sepanjang sejarah sehingga menyebabkan mencairnya es di kutub utara. Untuk Papua, dampaknya terjadi pencairan salju di puncak Carstensz”, ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan meski Papua memiliki hutan yang luas bukan berarti tidak berdampak apa-apa. Menurutnya bukan hanya Papua yang terkena dampak panasnya suhu udara, tapi juga beberapa kabupaten yang memiliki pantai. Kenaikan air laut yang cukup tinggi diantaranya dialami Jakarta, Semarang, dan Banyuwangi. Untuk itu ia meminta hal ini menjadi perhatian segala pihak terkait.

Carstenz IndonesiaDi sisi lain, Asisten Bidang Perekonomian Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua, Elia Loupatty mengaku baru mengetahui perihal ini. “Kami baru mengetahui hal ini dan sangat kaget, juga prihatin ternyata dampak pemanasan global ini sungguh besar bagi Papua. Kami meminta kepada dinas terkait untuk memperhatikan hal ini dan segera mengambil langkah cepat untuk penangannya,” katanya.

Puncak Carstensz adalah satu puncak tertinggi di Indonesia yang sedang gencar dipromosikan potensi wisatanya. Selama ini Carstensz memang menjadi impian para pendaki karena termasuk ke dalam Seven Summits dunia.  Selama ini ada beberapa jalur yang dikenal para pendaki untuk mencapai Carstensz, diantaranya jalur Sugapa, Soangama atau Ilaga atau melalui Tembagapura, jalur PT Freeport Indonesia. (uli/sumber: antaranews.com.)

 

Similar Posts