populasi snow leopard

JAKARTA – Macan tutul salju diperkirakan tinggal 4.000 ekor. Empat ekor setiap minggunya dibunuh pemburu liar. Sebagian dibunuh penduduk di Himalaya karena macan tutul salju menyerang ternak. Demikian laporan para ahli yang dikutip Matt McGrath untuk BBC.com pada 21 Oktober lalu.

Predator utama kawasan Himalaya ini dijumpai di 12 negara. China, Bhutan, Nepal, India, Pakistan dan juga Mongolia, Tajikistan serta Rusia. Satwa ini hidup di ketinggian 1.000 hingga 5.400meter. Berburu kambing gunung, ibex dan satwa yang lebih kecil lainnya. Namun, macan tutul salju bisa memangsa buruan yang lebih besar, sampai tiga kali lebih besar. Mereka bisa memangsa domba, dan ternak lainnya.

populasi snow leopard
Selain cakar macan tutul salju, kulit dan juga gigi serta tulang dijual secara ilegal karena dipercaya memiliki khasiat medis. (roller ma ming/bbc.com)

Para pakar menjelaskan bahwa dari penelitian mereka antara 221 hingga 450 ekor macan tutul salju diburu secara liar sejak 2008. Laporan yang dibuat James Compton dari lembaga Traffic, menjelaskan penyebab utama adalah konflik dengan peternak. Jumlahnya diyakini Compton lebih besar dari data yang mereka punya. Laporan juga ditulis oleh Rishi Sharma dari WWF, menungkapkan data perburuan liar hanya berasal dari lima negara, China, Mongolia, Pakistan, India dan Tajikistan. Juga diutarakan bahwa 21% dari pemburuan liar dilakukan untuk perdagangan satwa. Perdagangan yang kini memanfaatkan jaringan internet guna menghindari tuntutan hukum. Kulit dan tulang macan tutul salju menjadi komoditas yang dijual. (ads/sumber: bbc.com)

Foto utama: Macan tutul salju yang tewas di Tajikistan diburu peternak karena memangsa domba dan kambing. (jura bahriev/bbc.com)

 

Similar Posts