Jakarta – Dunia Kepecintaalaman kembali berduka pasca meninggalnya salah seorang mahasiswa Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Makassar, Muh Nurdin (19) setelah tenggelam di Sungai Dusun Pattunuang, Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Maros pada Minggu, (21/1/2017).

Korban diberitakan sedang bersih-bersih di sungai saat tengah mengikuti Pendidikan dasar di kampusnya. Karena licin, korban terjatuh dan terseret arus sungai.

Korban ditemukan 20 menit kemudian dengan lokasi tidak jauh dari TKP. Proses evakuasi dibantu oleh polisi pada Senin dini hari, setelah rekan korban melapor.

Proses evakuasi berjalan lancar dan korban langsung dibawa ke Puskesmas Bantimurung untuk dilakukan autopsi.

Dalam bergiat di alam bebas, diperlukan kehati-hatian dan dukungan peralatan yang memadai. Kesalahan mendasar seperti kurangnya peralatan, diharapkan dapat diantisipasi untuk mengurangi resiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kesalahan yang sangat mendasar . Orang bisa tenggelam, berarti dia tidak memakai pelampung. Padahal pelampung adalah equipment penting saat melakukan kegiatan di sungai.” Kata Lody Korua, pakar arung jeram.

“Kesadaran untuk bertindak dengan hati-hati perlu didukung juga oleh peralatan yang memadai.” Lanjutnya.

SOP Safety untuk bergiat di sungai tidak boleh diremehkan. Pelampung harus disediakan jika memang ada kegiatan di sungai. (sho/berbagai sumber)

foto : ilsutrasi (solopos)

Similar Posts