puncak semeru

JAKARTA –  Akhir pekan panjang lalu, Kamis, 5 Mei hingga Minggu (8/4), dilaporkan lalu lintas padat di jalur-jalur wisata. Ternyata tidak saja di jalan raya, di kawasan pendakian gunung pun sama. Aris Yanto, dari Exploredesa, pemandu gunung khas volcano, mengunggah komentar  kondisi Ranu Kumbolo, tempat perkemahan di pendakian Semeru, “seperti mall.”

pendakian semeruAris juga menyertakan foto parkiran di Ranu Pani, desa terakhir sebelum pendakian Gunung Semeru. Deretan motor memenuhi seluruh lapangan di Ranu Pani. Beberapa pendaki yang kerap menjadi pemandu, menyatakan dalam pembicaraan informal di Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) bahwa pengaruh buruk dari film 5 CM, adalah padatnya pendakian oleh mereka yang tidak berpengalaman.

Sebetulnya, bagi pemandu ini menjadi kesempatan merebut pasar. Namun, jika dilihat dari sudut pandang daya tampung (carrying capacity) dari alam maka perlu bagi pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk mensosialisasikan berapa pendaki dalam kurun waktu tertentu yang bisa berkunjung. Bisa jadi TNBTS harus melaksanakan pembatasan pendakian seperti di Kinabalu, maupun di Kilimanjaro. (ads/Aris Yanto)

Foto utama: Parkiran Ranu Pani desa terakhir pendakian Gunung Semeru, Malang, Jawa Timur, pada akhir pekan Minggu pertama Mei. (Koleksi Aris Yanto)

Similar Posts