korban meninggal gunung semeru

JAKARTA – Dua pendaki yang sempat tersesat di Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur telah kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (24/5). Keduanya disambut suka cita oleh segenap keluarga dan warga sekitar. Kondisi dua pendaki asal Cirebon ini masih dalam keadaan lemah setelah peristiwa yang menimpa seminggu sebelumnya.

“Alhamdulillah sudah tiba di Cirebon dengan selamat. Tapi masih harus istirahat karena kondisinya masih lemah.” Seperti diungkapkan Iqbal, Paman Zirli, pada Kamis (26/5).

Sebelumnya diberitakan Zirli Gita (17) dan Supriyadi (27) tersesat di Gunung Semeru ketika berusaha turun dari puncak. Keduanya ditemukan oleh Tim SAR setelah empat hari pencarian dalam keadaan selamat di dekat air terjun Gunung Boto.

pendaki tersesat di semeru
Foto yang dijadikan acuan untuk mencari dua pendaki yang tersesat di Gunung Semeru. (sumber klikapa.com.)

Mereka mendaki ke puncak bersama keempat rekan lainnya, Gita dan Supriyadi tidak kembali hingga teman-temannya kembali ke Pos Ranu Pani.

Penyisiran pada hari awal belum membuahkan hasil. Justru sebuah kabar mengejutkan datang dari kerabat survivor, Supriyadi sempat mengirim pesan kepada salah seorang kerabatnya di Cirebon. “Saya terus turun mengikuti jurang mata aliran air.” Begitu isi salah satu pesan Supriyadi kepada orangtuanya yang diterima pada Minggu (22/5).

Kabar dari Supriyadi ini menjadi salah satu petunjuk bagi tim penyelamat untuk mencari dan membawanya turun kembali dengan selamat. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa. Semenjak 2008, sebenarnya sudah ada himbauan untuk tidak mendaki hingga puncak. Tapi, biasanya pendaki tidak menghiraukan himbauan dari petugas Taman Nasional. Kejadian pendaki tersesat ketika hendak turun dari puncak ini sudah kesekian kalinya terjadi. (fir/ sumber: okezone.com)

Similar Posts