aranyacala

JAKARTA – Dunia panjat tebing tidak pernah sepi berita. Selama ada batu bersisi tegak lurus, maka selama itu para pemanjat dapat menyambanginya. Rencana paling baru, empat orang anggota Aranyacala Trisakti akan pergi menyelesaikan pemanjatan tebing-tebing tinggi di berbagai belahan dunia. Keempat anggota ekspedisi masing-masing Aprian Arun, Adiyono, Hendri Julian dan Muhammad Raydi Koto. Mereka menamai kegiatan ini dengan “Indonesian Big-Wall Project” yang akan berlangsung pada Juni 2016 hingga Juni 2017 mendatang.

Total ada delapan tebing yang rencananya akan disambangi dan akan dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pemanjatan Mt Aiguille de Dru di Chamonix, Prancis dan Stetind Wall di utara Norwegia serta Mt. Ketil Fjeld di selatan pulau Greenland, Kutub Utara yang akan dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2016. Setelah tahap pertama, Indonesian Big-Wall Project akan berlanjut pada tahap kedua dengan target Carstensz Pyramid di Papua pada Oktober 2016. Kemudian pemanjatan Cerro Torre di Argentina pada Desember 2016, Yosemite di Amerika Serikat serta Tsaranoro di Madagaskar pada Maret 2017. Misi terakhir  adalah Trango Tower di Pakistan pada Juni 2017 yang menjadi dambaan setiap pemanjat di seluruh dunia. 

“Kegiatan ini untuk menghidupkan semangat dan ketertarikan terhadap pemanjatan tebing tinggi bagi pemanjat Indonesia. Sekaligus untuk mengenalkan bahwa Indonesia memiliki pemanjat yang mumpuni dan tebing tinggi yang dapat disambangi.” Ujar Aprian, salah seorang anggota Ekspedisi Aranyacala.

Hingga saat ini, kegiatan ini masih dalam tahap persiapan baik penggalangan dana maupun latihan meningkatkan kemampuan teknis. Total dana yang dibutuhkan ditaksir mencapai Rp4miliar rupiah. Nuansa petualangan adalah hal yang coba digelorakan dalam kegiatan ini supaya kegiatan panjat tebing khususnya pemanjatan ke tebing-tebing tinggi semakin dikenal oleh masyarakat di Indonesia. (fir/sumber: Republika. co.id)

Similar Posts