rudy badil

BOGOR – Rudy Badil, mantan wartawan Kompas, mengadakan sebuah pelatihan bertajuk Coaching Clinic Jurnalisme pada Rabu-Kamis (14 hingga 15 Desember 2016) di Kawasan Taman Safari, Bogor, Jawa Barat. Pelatihan ini ditujukan untuk penulis muda yang menaruh minat pada dunia kepenulisan, khususnya di bidang Jurnalisme. Tidak seperti kebanyakan, metode Badil dalam mengajarkan materi terbilang segar dan tidak membosankan.

Peserta yang berjumlah 24 orang berkumpul di parkiran Taman Safari, Bogor, Jawa Barat dengan antusiasme hendak menerima seabrek materi tentang Jurnalisme. Tapi, ekspektasi itu dimentalkan sejak awal. Saat semua perserta berkumpul, tugas pertama yang diberikan adalah menyusuri jalan Safari Trek sejauh tiga kilometer dan harus memperhatikan hal menarik sepanjang perjalanan. Peserta tidak tahu untuk apa tugas ini. Sama seperti trek sepanjang tiga kilometer itu yang mengisyaratkan banyak hal. Sebuah jalan panjang mengenal jurnalisme.

Peserta couching clinic jurnalisme Rudy Badil saat melakukan observasi lingkungan sekitar (firman arif).
Peserta coaching clinic jurnalisme Rudy Badil saat melakukan observasi lingkungan sekitar (firman arif).

“Saya kira acaranya akan banyak materi dan cuma duduk mendengarkan. Ternyata harus pakai acara jalan segala,” ucap Nina, salah seorang peserta disela-sela kegiatan pelatihan itu.

Permainan-permainan khas outbond juga tak kalah mengisi banyak mata acara. Barulah pada malam harinya Badil sendiri ditemani seorang teman mengisahkan perjalanan kepenulisannya dan memberikan kiat-kiat soal kepenulisan. Seperti dasar penulisan 5W+1H yang terkesan beku dan membosankan. Badil menjelaskan dasar ini dan menambahkan selain dasar itu, hal selanjutnya adalah “what’next?”. Sesuatu yang tak banyak dikulik dalam pelatihan kepenulisan lain.

Badil dikenal karena gaya kepenulisannya yang santai, mendalam, dan menyentuh banyak sisi lain manusia. Maka tak lupa dalam pelatihan itu Badil juga menceritakan bagaimana ia bisa membuat suatu tulisan yang “enak dibaca” itu. Sebab tulisan yang baik seperti gaun perempuan, cukup panjang untuk menutupi bagian-bagian yang tak patut dilihat dan cukup pendek untuk dipandang oleh bacaan mata, kutip Badil menerangkan. (firman arif)

Foto utama: Rudy Badil (kedua dari kiri) di tengah pelatihan jurnalistik yang dipandunya.

Similar Posts