Jakarta – Lima bulan sebelum Asian Games 2018 tim panjat tebing Indonesia percaya diri. Tim Indonesia berlatih tanding dengan China yang memiliki pemanjat juara dunia disiplin speed. Indonesia memiliki Aspar Jaelolo yang memiliki peringkat dunia.  Hasilnya, di Asia, Aspar dan pemanjat sport Indonesia meraih Perak, peringkat kedua.

Tim Indonesia saat berangkat berlatih ke Rusia, selain latih tanding di Jogyakarta dan tandang ke China untuk Kejuaraan Dunia menambah optimisme meraih dua emas Asian Games 2018. (dok. FPTI.or.id)

Saat bertanding di Climbing World Cup berlangsung di Xiamen, China. Aspar yang turun di nomor men speed dan Aries Susanti Rahayu dari nomor women speed, masing-masing menyabet medali perak. Namun ini 14-15 Oktober tahun lalu.  Sebelumnya di Climbing World Cup , Wujiang, China, pada 7-8 Oktober, Indonesia juga berhasil meraih medali perak dan perunggu.

Sekarang ini, Februari lalu, tim panjat tebing Indonesia dan China berlatih bersama di komplek Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. China ingin beradaptasi dengan panasnya cuaca sebelum gelaran Asian Games. Diantaranya, Zhong Qixin yang beberapa kali memenangi kejuaraan bergengsi.

Senin (12/3/2018) lalu Menpora Imam Nahrawi kunjungan ke venue panjat tebing di Yogyakarta. Aspar dihadapan pewarta menjelaskan bahwa pola latihan,hasil  latihan, dan persiapan sama. “Latihan kita sama, level kita sudah sama,” ujar Aspar.

“Tapi saya optimis, panjat tebing akan memberikan yang terbaik,” tambah Imam Nahrawi,”Dua emas? Biasanya kalau segitu, bisa bertambah.” Imam menegaskan. (ads/kompas.com)

FOTO UTAMA:

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meninjau Pelatnas Panjat Tebing di Jogyakarta pada Senin (12/3).  (Egana/Kemenpora/dok.otoritasnews.com)

Similar Posts