JAKARTA – Kantor Berita Antara melaporkan macan tutul salju tertangkap kamera di sisi utara Everest. Macan tutul salju atau snow leopard dikategorikan terancam punah.  Temuan pada akhir 2015 ini menambah luas sebaran mamalia karnivora pemburu. Meningkatkan pentingnya kelestarian kawasan Himalaya bagi bertahannya macan tutul salju.

Temuan ini dilaporkan Biro Administrasi Suaka Alam Qomolangma yang mensitir pusat konservasi macan tutul salju di Qomolangma serta fakultas kehutanan Universitas Beijing yang melakukan survey kamera. Penelitian selama Oktober dan November dilakukan di kawasan Dingri dan Gyirong, Tibet di utara Everest yang disebut Qomolangma di sana.

Macan Tutul Salju
Photo by SLCF Mongolia /Snow Leopard Trust

Gambar yang jelas didapatkan pada Jumat (22/1) di ketinggian 4.000meter di Dingri. Berasal dari tujuh kamera diantara 120 yang terpasang. Masih 113 kamera dengan sistim infra merah yang akan diambil pada akhir Januari.

Selama seabad sejak dilaporkan adanya macan tutul salju, satwa ini tidak terdeteksi. Baru pada 1970an oleh penelitian ahli biologi Amerika Serikat, George Schaller satwa ini bisa diabadikan. Temuan Schaller itu dilakukan dikawasan Dolpo di kawasan Annapurna Nepal. Macan tutul salju juga dilaporkan dijumpai di kawasan pegunungan tinggi yang masih dalam deretan pegunungan Himalaya di Afganistan. Temuan di Everest meluaskan sebaran hingga ke timur Himalaya.

Habitat di ketinggian 3.000-4.000meter, satwa yang diperkirakan tinggal 3.500 hingga 7.000 ekor ini hanya menyisakan Pegunungan Himalaya untuk daerah perburuannya. Mempertahankan macan tutul salju berarti mempertahankan kelestarian Pegunungan Himalaya. (ads/kbn antara)

Similar Posts