Jakarta – Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, Selasa (5/6), menyatakan pencabutan larangan berkegiatan di luar kota bagi Sispala (Siswa Pencinta Alam). Hal ini disampaikan dalam membuka seminar Sispala dengan tema ‘ Tata Kelola Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam Sebagai Media Membangun Karaketer Siswa’, di aula SMKN 1 Jakarta.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, dalam sambutan pembukaan Seminar Sispala di SMKN 1 Jakarta. (dok. Indopos)

” Diknas membekukan Sispala bukan tanpa alasan. Seperti yang diketahui, ini karena terjadinya musibah yang cukup menjadi keprihatinan bersama di salah satu sekolah di DKI Jakarta,”  ujar Bowo Irianto. Arfiand Caesar Irhami (16) dan Padian Prawirodirya (16), harus meregang nyawa ketika mengikuti serangkaian kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam di luar Jakarta pada Juni 2015.  

Keputusan pembekuan oleh Gubernur DKI sebelum sekarang, Basuki Tjahaja Purnama juga berimbas pada dibatasinya kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam yang termaktub dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 179 Tahun 2015 dan surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Aturan ini berisi tentang larangan berkegiatan di luar kota.  Akibatnya Sispala mati suri.

Pencabutan ini berlangsung lama dan Mei lalu ditandatangani kesepakatan antara Forum Alumni Sispala dengan Gubernur Anies Baswedan. Kesepakatan ini mensyaratkan perubahan tata kelola Sispala, antara lain dibutuhkan pelatih bersertifikat. (ads/berbagai sumber)

Foto Utama

Seminar SISPALA di SMKN 1 Jakarta (dok Kumparan.com/Okke Nuraini Oscar)

Similar Posts