manfaatkan sinyal hp di gunung

JAKARTA – Belum genap seminggu setelah berita meninggalnya Chandra Hasan (33) di Gunung Semeru, kabar duka kembali datang dari gunung tertinggi di Jawa itu. Sahat M. Pasaribu (23) asal Depok meninggal pada Sabtu (8/10) saat turun dari Pos Kalimati. Ia meninggal setelah sebelumnya menunjukkan tanda-tanda tidak sehat dan sempat mendapat pertolongan dari rekan seperjalanannya.

Sahat berangkat mendaki bersama 13 orang temannya pada Rabu (8/10) sore. Sempat bermalam di sekitar Ranu Kumbolo, rombongan melanjutkan perjalanan hingga Kalimati pada esok harinya, Kamis (6/10). Pada Jum’at (7/10) pagi, korban keluar tenda dan mengalami muntah-muntah. Saat perjalanan turun hari itu juga, kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya menunggu pertolongan dari petugas di Jambangan sambil diberikan pertolongan oleh rekan perjalanannya.

“Tim evakuasi sempat memberikan pertolongan kepada korban, tetapi tiba-tiba nafas korban terhenti, tidak ada denyut nadi dan denyut jantung,” kata Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Antong Hartadi saat dihubungi dari Lumajang.

Korban kemudian dievakuasi menuju Ranu Pani dan tiba pukul 09.10 WIB. Saat dilakukan pemeriksaan oleh bidan desa, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Lumajang untuk melakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Berita kematian Sahat M. Pasaribu ini menjadi yang kedua dalam seminggu, dan yang ketiga dalam dua bulan, serta yang keempat dalam empat bulan jika ditambah dengan pendaki asal Prancis, Lionel du Creux yang pada Juni lalu dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga kini. (fir)

Similar Posts