Jakarta – Ke-13 korban terjebak di Goa Tham Luang ditemukan selamat pada dini hari Selasa (3/7). Dua penyelam goa dari Inggris mencapai ruang dan menemukan anak-anak pesepakbola yang sudah sembilan hari dicari. Pertanyaan pertama dalam bahasa Inggris berapa jumlah mereka, dijawab 13. “Briliant,”jawab para penyelamat. Namun kemudian anak-anak ini menyerukan,’eat,eat,eat.”

Para penyelamat membagikan makanan jeli enerji makanan penyitas yang mereka bawa. Mereka meninggalkan anak-anak ini dan menjanjikan bahwa mereka berdua yang pertama dan lainnya akan datang membawa bantuan.

Para remaja yang ditemukan itu bersama pelatihnya yang berusia 25tahun masuk goa usai berlatih di klub Moo Pa Academy yang artinya Babi Hutan. Air naik dan para remaja antara 11-16tahun ini tidak bisa menelusuri balik untuk keluar. Ini terjadi pada Sabtu (23/6). Sejak Minggu ketika keluarga mereka malam sebelumnya mengetahui bahwa mereka masuk goa, ke-13 ini dicari.

Diperkirakan 1.000personil terlibat dalam upaya pencarian ini. Berbagai penyelam goa dan tim penyelamat termasuk tim dari Myanmar, Laos, AS, Australia, Jerman dan lainnya. Upaya pencarian dikelola pemerintah Thailand dan menyita perhatian seluruh negeri. Penemuan para korban ini mengubah suasana genting dan muram menjadi gembira, bukan saja di keluarga dan sekitar lokasi pencarian namun di seluruh negeri.

Upaya para penyelamat adalah memasok kebutuhan pangan dan perlengkapan para penyitas. Kondisi kesehatan para penyitas dievaluasi. Tim penyelamat akan mengupayakan agar kondisi penyitas sehat, baru usaha evakuasi dapat dijalankan.

Upaya pencarian dan pemasokan para penyitas dilakukan melalui penyelaman dalam goa (dok www.standar.co.uk)

Para pakar kini memperkirakan kemungkinan evakuasi. Evaluasi mereka bisa berbulan bulan ke depan karena kini musim hujan dan lorong goa terendam. Para penyitas tidak memiliki keterampilan menyelam dan jalur menuju posisi mereka sulit. Para penyitas harus dilatih keterampilan menyelam baru mereka bisa mengikuti jalur tali yang sudah terpasang. Namun jalur sulit dan tertutup dapat menyebabkan panik dan ini bisa membahayakan penyitas maupun penyelamat yang mendampingi.

Pilihan lain adalah berusaha menguras air keluar. Jalur air masuk ke gua yang diketahui sudah dibendung. Pompa air sudah dijalankan dan permukaan air memang menurun beberapa sentimeter. Namun hujan deras diramalkan untuk akhir pekan ini. Memasok bahan pangan dan kebutuhan lain ke ruang penyitas bukan mudah karena masalah yang sama untuk melalui lorong terendam (ads/berbagai sumber)

Foto Utama:

Para orang tua dihibur dengan gambar para remaja yang sudah ditemukan tim penyelamat pada Selasa dini hari (dok. www.standar.co.uk)

Similar Posts