macan tutul salju

JAKARTA – Kyrgistan salah satu dari 12 negara pemilik macan tutul salju di kawasan pegunungan tingginya. Berbeda dengan lima negara yang dilaporkan memiliki penyusutan predator gunung salju, Kyrgistan dilaporkan Matt McGrath untuk BBC.com pada 21 Oktober lalu, mengubah kawasan berburu menjadi konservasi macan tutul salju.

Kawasan perburuan di Shamshy diubah menjadi konservasi karena pertumbuhan jumlah ibex. Satwa mangsa macan tutul salju yang merupakan kambing liar di pegunungan dengan tanduk yang panjang. Pertumbuhan ini mengundang kembalinya macan tutul saju ke kawasan perburuan.

Pemerintah Kyrgistan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat David Shepherd Foundation, serta Snow Leopard Trust membangun Shamshy menjadi suaka. Bukti kehadiran macan tutul salju diutarakan Sally Case dari David Shepherd Foundation kepada BBC berasal dari foto jebakan kamera.

Diakui bahwa suaka yang ada saat ini masih terlalu sempit untuk menampung jumlah macan tutul yang besar. Pemerintah Kyrgistan beserta pemangku kepentingan lain merencanakan Shamsky menjadi zona inti untuk kawasan yang lebih luas di masa mendatang.

“Satwa ini merupakan bagian dari warisan nasional dan budaya kami, dan kami berkomitmen untuk melindung masa depan mereka,” jelas Musaev Almaz, dari departemen pemanfaatan rasional sumber daya alam  pemerintah Kyrgistan. (ads/sumber: bbc.com)

Foto utama: Populasi macan tutul salju bertambah akibat meningkatnya jumlah kambing gunung jenis Ibex di Shamsky, Kyrgistan. Foto hasil jebakan kamera yang dipasang lembaga David Shepherd Foundation. (bbc.com)

 

Similar Posts