ekspedisi mapagama

JAKARTA – Kartini, perempuan Jawa keluarga bangsawan pelopor perjuangan kaum hawa di Indonesia. Namanya abadi sebagai lambang perjuangan kaum perempuan keluar dari wilayah domestik. Kesetaraan dan kesempatan yang sama harus diberikan dalam segala aspek kehidupan. Dalam dunia petualangan, sosok Pasang Lhamu Sherpa Akita asal adalah contoh nyata. Ia bahkan dianugerahi Sosok Petualang Tahun 2015 atas pencapaiannya. Di Indonesia, tiga  mahasiswi asal Bandung mencoba asa menapak di Puncak Tertinggi di tujuh Benua. Kali ini, giliran kartini dari Jogja yang siap menapak atap berlapis salju Pegunungan Himalaya.

mapagamaEmpat Mahasiswi asal Universitas Gajah Mada, Jogjakarta, yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gajah Mada (MAPAGAMA) akan mendaki Gunung Stok Kangri di India. Empat Mahasiswi tersebut antara lain Dita Novita Sari, Eva Lutfiatur Rohmah Ningsih, Ria Varentiuli, dan Chordya Iswanti. Gunung berketinggian 6.153 mdpl ini akan disambangi pada bulan Agustus 2016 mendatang. Selain membawa misi untuk merayakan HUT Republik Indonesia ke-71, pendakian kali ini juga bertujuan untuk mengampanyekan Stop Kekerasan dan Diskriminasi terhadap Perempuan. Baik Indonesia maupun India, kekerasan dan diskriminasi masih kerap terjadi. Ekspedisi ini akan menjawab bahwa perempuan juga dapat melakukan hal di luar wilayah domestik dengan sama baiknya.

“India dan Indonesia memiliki ikatan seperti saudara tua, bahkan sejak sebelum kemerdekaan. Jadi kita ke sana untuk mengemban misi persahabatan antara dua negara tersebut,” ujar Muhammad Fadil, ketua Ekspedisi Mapagama 2016 saat dihubungi via Whatsapp.

Ekpedisi ini bertajuk Peak of Ancestor dan merupakan Ekspedisi Internasional ketiga yang dilakukan oleh MAPAGAMA setelah Ekspedisi kayak di Nepal River of Gold pada tahun 2013 dan Ekspedisi Panjat Tebing di Tiongkok Rock of Pyramid tahun 2013 silam. Rangkaian kegiatan Ekspedisi Internasional dari MAPAGAMA ini dipersiapkan untuk merayakan Ulang Tahun MAPAGAMA ke-50 yang akan jatuh pada tahun 2023 mendatang dengan tema besar “Untuk Alam, Manusia, dan Kebudayaan.” (fir)

Similar Posts