Jakarta – Tim pelatnas Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang melakukan uji tanding ke World Cup panjat tebing di Moscow, Rusia meraih perunggu untuk speed putra. Putri memperoleh peringkat empat dengan diatasnya atlit non Asia. Harapan untuk merebut medali emas dari nomor speed di Asian Games makin berkibar.

Veddriq Leonardo berhasil menyumbang medali perunggu bagi Indonesia setelah mengalahkan rekan senegaranya Muhammad Hinayah pada babak final. Emas diraih juara dunia Reza Alipourshena dari Iran catatan waktu 5,82 detik, sedangkan perak diambil tuan rumah melalui Vladislav Deulin yang mencatatkan waktu 6,81 detik.

Pada babak semifinal kedua atlit nasional Indonesia kalah tipis. Hinayah hanya berbeda 5,81 detik berbanding 5,71 detik dari sang juara dunia. Leonardo malah berbeda lumayan dari Deulin dengan 6,21 detik dibanding 5,81 detik.

Alti putri nasional Aries Susanti Rahayu berhasil masuk semifinal speed world record putri. Namun, Rahayu dikalahkan Luliia Kaplina dari Rusia di semifinal, dan kembali kalah dari atlet Rusia lain, Elen Timofeeva pada perebutan perunggu. Namun dengan posisi ini Aries Susanti Rahayu menjadi wakil teratas dari seluruh atlit asal Asia.

“Saya senang sekali Indonesia sudah mulai bisa ‘berbicara’ di IFSC World Cup. Atlet-atlet kita sudah masuk di jajaran elit dunia,” demikian diungkap Faisol Riza, Ketua Umum FPTI kepada Kompas.com. (ads/berbagai sumber)

Foto Utama:

Usai upacara pemberian medali untuk speed World record Putra, dari kanan ke kiri Vladislav Deulin (Rusia), Reza Alipourshena (Iran) dan atlit nasional Indonesia  Veddriq Leonardo(dok. FPTI/Tribunnews)

Similar Posts