Jakarta – Puncak Hari Peduli Sampah Nasional 2018 (HPSN)dilangsungkan Rabu, 21 Februari. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kegiatan peduli sampah selama tiga bulan. Berawal dari 21 Januari dan berakhir 21 April mendatang. Sasaran kampanye menurut Menteri KLHK, Siti Nurbaya, menjadikan Indonesia ke arah zero waste.

Acara tiga bulan ini dijuluki Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dengan sesanti “Sayangi Bumi Bersihkan Sampah.”  KLHK menjelaskan target bersih sampah ini adalah pengurangan sampah sampai 30 persen dan penanganan sampah sampai 70 persen pada 2025. Ini sesuai Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah.

Di kaki gunung Merapi teronggok gundukan sampah para pendaki. (adiseno)

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa Indonesia telah memiliki UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta PP Nomor 81 Tahun 2013 tentang Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Bahkan sudah berkembang dengan Perpres 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Nasional Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Artinya, pengembangan bank sampah, sampah menjadi energi, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya, memiliki landasan hukum.

Bahkan gerakan masyarakat untuk zero waste adventure, dengan membawa bekal minimal sampah pada kegiatan petualangan seperti pada pendakian, berarti menjalankan amanat negara. “Kita wujudkan Indonesia bersih sampah, kita kurangi sampah dari kita, kita bersihkan sampah sekitar kita, kita wujudkan budaya bersih,” demikian diungkapan Siti Nurbaya Bakar saat pembukaan HPSN kepada Antara (ads/berbagai sumber)

FOTO UTAMA:

Taman Nasional Gunung Merapi lokasi petualangan dibawah kelola Kementerian Lingkung  Hidup dan Kehutanan memiliki keindahan yang patut dijaga kebersihan kawasan. (adiseno)

Similar Posts