everest

JAKARTA – Pemerintah China sedang membangun pusat pendakian dan hotel di sisi utara Everest. Letaknya hanya 64km dari basecamp utara Everest. Di Kota Tingri. Sejak longsor 2014, dan gempa 2015, lebih banyak pendaki yang memilih ke sisi utara Everest. Pertumbuhan kelas menengah China juga menyulut pembangunan infrastruktur di utara Everest.

Baru-baru saja jalan aspal sudah mencapai kemah induk Everest di Tibet. Sekarang ini, pusat pendakian dengan gaya Alp Perancis, dimana tersedia markas helikopter penyelamatan, sekolah pendakian gunung tinggi, serta hotel lengkap. Demikian koran China Daily dari Beijing dikutip majalah Outside, Amerika Serikat. Menurut rencana, hotel ini akan siap pada 2019.

Diperkirakan perkembangan wisata ke Everest, paling tidak basecamp di utara, bisa mencapai ratusan ribu pelancong. Adrian Ballinger pemandu yang menjadi narasumber bagi majalah Outside, menyatakan sisi utara Everest tidak akan mempertahankan keliaran alamnya. “Ini akan menjadi seperti Alp (Eropa), dimana bisa menggunakan kereta hingga tengah-tengah dinding Eiger, dan menggunakan kereta gantung sampai setengah ketinggian Mont Blanc,” ujarnya.

Segi positif adalah otoritas China akan berada dekat dengan wisata pendakian Everest, jika dibandingkan dengan sisi selatan di Nepal. Salah satu masalah yang muncul saat musibah tahun 2014 dan 2015 adalah kehadiran pemerintah di Nepal yang harus menggunakan helikopter untuk bisa berada di basecamp Khumbu.

Namun sisi negatif adalah tantangan liarnya alam berkurang dengan pembangunan infrastruktur di utara Everest. Mencari keliaran gunung tinggi di Himalaya masih bisa ke puncak-puncak lain, selain Everest. Sayangnya sejak 2015, pendakian K2 gunung tertinggi kedua dan dinilai lebih berbahaya sudah komersial mengikuti model Everest. (ads/Outside)

Similar Posts