Jakarta – Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24) sedang menuju kemah induk Everest di sisi utara. Mereka berangkat setelah pada Kamis, (29/3) dilepas oleh oleh Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono. Menurut rencana keduanya akan memuncak pada 14 Mei, demikian dungkapkan Mathilda kepada wartawan di Aula Sekertariat Negara.

Jika berhasil, keduanya menjadi perempuan Indonesia perdana yang Seven Summits. Mereka sudah memuncak di Carstensz Pyramid (4.884m) tertinggi di Australasia pada 13 Agustus 2014 , Elbrus (5.642m) tertinggi di Eropa pada 15 Mei 2015, Kilimanjaro (5.895m) tertinggi di Afrika pada 24 Mei 2015,  Gunung Aconcagua (6.962m) tertinggi di Amerika Selatan pada 30 Januari 2016, Vinson Massif (4.892 m) tertinggi di Antartika pada 5 Januari 2017, dan Denali (6.190m) tertinggi di Amerika Utara, pada 2 Juli 2017.

Jika berhasil Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari bukan perempuan pertama Indonesia yang mendaki Everest dari sisi utara. Pada 1996, Clara Sumarwati dari Jogya yang alumni Universitas Atmajaya telah melakukannya. Ia sekaligus menjadi pendaki Indonesia pertama memuncak Everest. Walau, ada yang mempertanyakan karena tidak ada foto di tripod puncak yang didirikan tim China, untuk membuktikan keberhasilan Clara Sumarwati. Namun, CTMA (Chinese Tibet Mountaineering Association) dan NMA ( Nepal Mountaineering Association) mengakui keberhasilan Clara.

Di sela-sela acara “Entrepreneur Wanted”, dua pendaki The Women Of Indonesia Summits Expedetion Mahitala Unpar bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kawasan Sabuga Bandung, Senin, 18 Desember 2017. (Dok. Ina7Summits)

Dua mahasiswi Universitas Parahiyangan, mendapatkan dukungan dari Presiden Joko Widodo. “Beliau sangat mendukung secara spesifik karena memang kegiatan mereka bukan hanya membawa nama pribadi, bukan membawa nama Wissemu atau Unpar, tetapi bisa membawa Indonesia ke panggung internasional dengan mendaki tujuh puncak dunia. Upaya ini disambut baik karena beliau percaya bisa membawa nama harum bangsa,” jelas Hendropriyono mengenai dukungan Joko Widodo, sebagaimana dikutip Kompas.com.

Pilihan sisi utara menurut Mathilda karena menghindari antrian panjang pendakian dari sisi Selatan. Tim Seven Summit pertama Indonesia, mahasiswa dari perkumpulan Mahitala Universitas Parahiyangan, berhasil mencapai Everest melalui sisi selatan. (ads/berbagai sumber)

FOTO UTAMA;

Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi Lestari (24) ketika berhasil mencapai puncak Denali (6.190m) puncak keenam yang mereka capai pada 2 Juli 2017. ( (X. Frans/WISSEMU)

Similar Posts