BANDUNG – Acara bertajuk “Gowes Bareng Geolog VI” rampung dilaksanakan pada hari Sabtu (19/3) kemarin. Acara bersepeda ini diikuti oleh 125 orang yang mayoritas berasal dari mahasiswa dan alumni Geologi ITB dan Unpad. Pembatasan jumlah peserta karena alasan keamanan saat melewati proyek waduk Rajamandala yang tengah dibangun. Acara dimulai dari sisi selatan Waduk Saguling dan berakhir di sisi utara Waduk Cirata.

Gowes
Berbeda dengan acara bersepeda biasa, para Geolog Ikatan Alumni Teknik Geodesi ITB bersepeda sambil menjelaskan danau Bandung Purba pada Sabtu (19/3) lalu. (dok. Yayak M Saat)

Berbeda dengan acara gowes biasa, acara kali ini ditambah dengan “kuliah” dari para Geolog Ikatan Alumni Teknik Geologi ITB. Setiap kali berhenti di sebuah titik, para geolog ini akan menjelaskan kisah danau Bandung Purba hingga cerita mengenai bobolnya danau purba yang kini berupa kota Bandung itu. Sesuai dengan tema dan tujuan acara ini yaitu Menyusuri Jejak Danau Bandung Purba.

“Gue kira bakal kayak acara gowes biasa, ternyata ada kuliahnya. Sebagai orang awam, gue gak terlalu paham, tapi ini cara yang bagus buat belajar sekaligus seneng-seneng.” Ujar Yayak M. Saat, salah seorang peserta yang biasa mengikuti banyak acara bersepeda.

Danau Bandung Purba diyakini ada pada ribuan tahun lalu. Secara evolutif, erosi mengikis batuan di Saguling yang keras dan kemudian menyayat membentuk celah di antara Puncaklarang dan Pasir Kiara. Sayatan itu kemudian mengalirkan air dan membuat Danau Bandung Purba surut membentuk cerukan kota Bandung yang kita kenal sekarang. Salah satu aliran sayatan juga mengairi Citarum yang ada saat ini. (fir)

Similar Posts