fit@fifty

JAKARTA – Tiga panti asuhan yatim piatu berkumpul di Panti Asuhan Van der Steur di Matraman. Ketiganya berlatar agama berbeda, Van der Steur Kristen, Griya Asih Katolik dan Muslimin. Kumpul bersama pada Minggu (22/1) diisi pengenalan pendakian oleh Fit@Fifty.

Kelompok Fit@Fifty  terdiri dari anggota pencinta alam yang sudah setengah abad.  Agus Radjani Pandjaitan, sudah 57tahun. Adiseno juga seusia, begitu pun Ade Rahmat, Ari Nugroho dan Paido Panggabean yang sedikit lebih tua. Mereka kini masih mendaki antara lain ke Gunung Elbrus di Rusia pada Agustus 2016. Gunung api bersalju yang merupakan gunung tertinggi di benua Eropa.

Mendaki gunung bukan saja olahraga untuk kesehatan, namun dirasakan juga bermanfaat untuk pembinaan mental dan mengekstraksi keterampilan hidup. Pesan ini disampaikan oleh Agus Radjani dan Adiseno yang mewakili Fit@Fifty dalam memberikan lokakarya atau workshop.

fit@fifty motivator
Pemaparan pendakian bagi tiga panti asuhan berbeda agama diawali dengan doa diwakili masing-masing peserta, kemudian untuk keakraban dilakukan ice breaking. Agus Radjani (kiri) motivator juga serta dalam ice breaking. (adiseno)

“Mendaki itu memiliki banyak opsi,” ujar Adiseno menanggapi pilihan Yosa yang menjawab apa yang harus dilakukan jika kawan pendakian kelelahan. Yosa memilih untuk mengangkat rekannya ke puncak. Adi menjelaskan bahwa prinsip pendakian itu minimal tiga pendaki. Jika ada masalah maka satu bisa menemani yang bermasalah, dan lainnya pergi mencari bantuan. “ini kan opsi lain,” lanjut Adi.

Kesempatan tanya jawab mengenai opsi ini juga memberi pintu masuk untuk menjelaskan keterampilan pendakian. Adi mengeluarkan ice axe, yang merupakan alat inti dalam pendakian gunung es. Dua peserta diminta maju dan masing-masing memegang ujung ice axe. “Penyintas” (survivor) diangkut diantara kedua peserta duduk di batang ice axe. Keduanya disuruh jalan dan mereka mengakui berat. Agus Radjani juga menjelaskan pengalaman di Semeru di mana salah satu peserta sakit. Ketika naik mereka menempuh pendakian enam jam. Saat turun. “Kita butuh satu malam untuk empat orang angkat bergantian,” jelas Djani.

Pemaparan pendakian dengan film, dan foto serta penuturan keterampilan membuat para peserta berminat. Mereka pun menanyakan kapan mereka bisa ikut mendaki. “Kalau kalian sudah 50tshun,” begitu canda tim Fit@Fifty. (ads)

Foto utama: Pengenalan pendakian dilakukan dengan peragaan dan penuturan juga untuk memberikan gambaran utuh disajikan audio visual mengenai pendakian Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa. Pemaparan ini cukup menarik minat anak-anak yatim dari tiga panti asuhan hingga mereka minta untuk diajak mendaki. (adiseno)

Similar Posts