pendakian gunung merapi ditutup

JAKARTA – Hari ini, tepat enam tahun yang lalu, 26 September 2010 Gunung Merapi meletus untuk kesekian kalinya. Letusan pertama kali terjadi pada pukul 17.02 WIB dan berlangsung hingga mereda keesokan harinya. Sedikitnya ada tiga letusan yang teramati. Gunung Merapi memuntahkan awan panas setinggi 1,5 meter mengarah ke Kaliadem dan Kepuharjo, serta mengeluarkan  material vulkanik setinggi 1,5 km.

Letusan Merapi pada 2010 dikenang bukan hanya karena yang paling baru. Namun, karena letusan ini adalah letusan paling besar yang pernah tercatat. Menurut pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, letusan tahun 2010 lebih besar daripada tahun 1872. Hal ini diukur berdasarkan indeks letusan. Salah satu indikator indeks letusan adalah material vulkanik yang dikeluarkan. Pada tahun 1872, total material vulkanik yang dikeluarkan adalah sebanyak 100 meter kubik, sementara pada tahun 2010 total material vulkanik yang dikeluarkan adalah sebanyak 140 juta meter kubik.

Dahsyatnya letusan berbanding lurus dengan banyaknya korban. Karena itu juga letusan Merapi di 2010 banyak dikenang. Setelah meletus sejak 26 Oktober 2010, total korban meninggal akibat peristiwa itu sebanyak 347 orang. Dengan total pengungsi sebanyak 410.388 jiwa dan merusak sebanyak 291 rumah. Salah seorang korban dari peristiwa itu adalah Mbah Maridjan, Juru Kunci Gunung Merapi yang dikenal luas berkat perannya pada letusan Merapi pada 2006.

Kini, setelah enam tahun berlalu, Gunung Merapi masih sesekali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Warga di lereng Gunung Merapi mengenang kejadian itu dengan mengumpulkan barang-barang sisa bencana di dalam satu tempat, lengkap dengan penjelasan dan kenangannya. Serta menjadikan kawasan itu sebagai tempat bagi orang luar untuk mengenang lebih dekat dengan dijadikan tempat wisata, Merapi Lava Tour namanya. (fir)

Similar Posts