JAKARTA – Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Gadjah Mada (MAPAGAMA) untuk ketiga kalinya kembali melaksanakan ekspedisi bertaraf internasional. UGM International Expedition III “Peak of The Ancestor” akan berlangsung pada 5 hingga 22 Agustus 2016 di Gunung Stok Kangri, India. Tim ekspedisi telah bertolak ke India pada 4 Agustus lalu.

Ekspedisi Mapagama
Tim ekspdisis Mapagama “Peak of Ancestor” di Bandara Internasional Soekarno Hatta sesaat sebelum berangkat menuju India.

Tim ekspedisi beranggotakan Dita Novita Sari (Fakultas Psikologi), Eva Lutviatur Rohmah Ningsih (FISIPOL), Ria Verentiuli (Fakultas Ilmu Budaya), dan Chordya Iswanti (Fakultas Pertanian). Seluruh tim pendakian yang merupakan perempuan didampingi Banu Iqra (Sekolah Vokasi UGM) sebagai official team. Keempatnya dipilih karena dianggap memenuhi persyaratan fisik dan mental untuk mendaki salah satu gunung di  Himalaya ini.  Proses persiapan yang telah dilakukan sejak dua tahun lalu dan try out selama hampir setahun dianggap cukup untuk membentuk kekuatan tim.

Ekspedisi Peak of The Ancestor membawa beragam misi. Selain untuk mengibarkan bendera Merah Putih di gunung es berketinggian 6.153meter pada peringatan kemerdekaan ke-71 RI, tim ekspedisi akan memperkenalkan budaya dan wisata Indonesia melalui kunjungan ke salah satu universitas di Kota Delhi. Pemilihan perempuan sebagai anggota tim ekspedisi juga tidak terlepas dari misi lain yang dibawa dalam perjalanan kali ini, yakni stop kekerasan terhadap perempuan. “Perempuan masih kerap dianggap sebagai kaum yang lemah, kita sebagai warga dari negara sahabat, ingin menunjukkan bahwa kita bisa melakukan sesuatu. Ini menjadi sebuah perjuangan hak asasi manusia,” jelas Muhammad Fadil, ketua ekspedisi.

Peak of the Ancestor adalah eskpedisi bertaraf internasional ketiga yang dilakukan MAPAGAMA. Sebelumnya pada 2013, MAPAGAMA melakukan ekspedisi kayak “River of Gold” di Nepal dan ekspedisi panjat tebing “Rock of Pyramid” di Tiongkok. Serangkaian ekspedisi ini menjadi bagian dari perayaan 50 tahun MAPAGAMA “Untuk Manusia, Alam, dan Kebudayaan” yang jatuh pada 2023 mendatang. (uli/sumber: harianjogja.com)

Similar Posts