dampak ekonomi wisata petualangan

JAKARTA – Amerika Serikat menanti penandatangan undang-undang yang memasukan perhitungan ekonomi kegiatan petualangan. Berbagai pemangku kepentingan sebetulnya sudah melakukan ini. Pihak pengembang kerap mengutip hasil kajian bahwa harga properti didekat jalan setapak rekreasi lebih tinggi. Kuantifikasi yang akan dilakukan Bureau of Economic Analysis yang menjalankan Outdoor Recreation Jobs and Economic  Impact Act, memudahkan pengambil keputusan dalam pengelolaan kawasan rekreasi alam.

Biasanya yang digunakan dari hasil analisis adalah dampak ekonomi langsung, seperti penjualan perlengkapan rekreasi alam. Sedangkan dampak tidak langsung, naiknya tingkat kesehatan masyarakat dan penurunan biaya kesehatan kurang dimanfaatkan.

Perhatian utama pada dampak ekonomi langsung seperti pada jalan setapak, terbagi dua. Pengeluaran yang dilakukan dalam kunjungan pada suatu jalan setapak, kemudian pengeluaran yang dilakukan untuk perlengkapan dan perbekalan daam melaksanakan aktivitas di jalan setapak.

Ada satu studi yang kerap dikutip, 1992 National Park Study mengenai tiga setapak. Heritage Trail di Iowa, St. Mark Trail di Tallahassee, dan Lafayette/Moraga Trail di luar kota San Fransisco. Pengeluaran oleh para pengguna setapak terendah adalah 3,97USD dan tertinggi 11,02USD untuk belanja konsumsi. Sedangkan belanja perlengkapan terendah 130USD dan tertinggi 250USD. Belanja konsumsi termasuk pangan, penginapan, dan transportasi. Sedangkan belanja perlengkapan pakaian rekreasi alam khas, aksesori, dan perlengkapan kegiatan seperti sepeda.

Hasil penelitian yang paling baru, User Survety and Economic Impact Analysis di York County Heritage Trail mencatat pengeluaran konsumsi mencapai 12.86USD. Rata-rata pengeluaran untuk belanja perlengkapan mencapai 367USD.

Studi ini juga membandingkan dengan hasil studi pada 1999 ketika setapak pertama kali dibuka. Belanja perlengkapan tidak terlalu berubah, dari 337USD pada awal tahun pembukaan menjadi 367USD. Sedangkan belanja konsumsi meningkat dua kali dari 6.47USD menjadi 12.86USD. Kenaikan ini dikarenakan jalan setapak bertambah panjang dan makin terbangun.

Survei mengenai pengguna untuk mengetahui profil dan geografi pengguna. Survei dilakukan pada delapan setapak di negara bagian New York. Hasil survei pada 2008 menunjukan asal pengguna setapak, seberapa jauh mereka berjalan untuk rekreasi di setapak, berapa yang mereka keluarkan, dan untuk apa. Perhitungan ini menghasilkan analisis dampak ekonomi jalan setepak pada komunitas  dan negara bagian.

Hasil analisis dari kedelapan setapak adalah median jarak yang ditempuh untuk mencapai setapak 7,7km, yang terdekat  yang terdekat 5,7km dan terjauh datang dari jarak 18km. Analisis dilakukan Dr Greg Lindsey dari Indiana University, menghitung dampak ekonomi survei delapan setapak pada komunitas di New York adalah 2juta USD dan menyokong 40pekerja.

Sementara di negara bagian New York terdapat lebih dari 700 jalan setapak.  Jalan setepak di seluruh Amerika Serikat? Semua kegiatan petualangan? Memang sudah waktunya Amerika menganalisis  dampak ekonomi kegiatan petualangannya.  (adiseno/www.americantrails.org/NY-2008-Trail-User-Survey)

Foto utama: Perhelatan eksebisi outdoor lifestyle di Istora Senayan. (lifestyle.liputan6.com)

Similar Posts