CIBODAS – Kementerian Pariwisata yang saat ini memiliki bidang Wisata Petualangan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengembangan Wisata Petualangan bidang Panjat Tebing. Acara diselenggarakan di hotel Delamar Cimacan Puncak pada 12-13 Maret 2016. Peserta Bimbingan Teknis berasal dari para pemandu dan pekerja kegiatan alam di kawasan Cibodas serta kelompok Pencinta Alam dari Depok dan Jakarta, pintu masuk kawasanTaman Nasional Gunung Gede-Pangrango.

Bimbingan Teknis disampaikan oleh Adiseno dan Sumantri, pelaku panjat tebing yang aktif pada dekade 90an. Keduanya pernah menjabat pada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), sementara Sumantri masih menjabat di FPTI.

Pelatihan diikuti 60 peserta dan dibagi dalam dua kelas, Pemula dan Lanjutan. Pada kelas pemula dijelaskan berbagai peralatan panjat tebing. Sedangkan pada kelas lanjutan selain dasar panjat tebing juga dikaitkan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Kepemanduan Wisata Panjat Tebing.

Para peserta diberi informasi mengenai tata cara sertifikasi pemandu melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di mana kompetensi inti mencakup kegiatan panjat tebing.

Pada hari kedua Bimbingan Teknis, dilaksanakan praktik lapangan di kawasan wisata Cibodas dengan memanfaatkan dinding buatan. Para peserta mencoba pemanjatan dengan pengaman top rope, serta mencoba meniti tali atau dikenal dalam dunia panjat tebing sebagai ascending atau jumaring. (ads)

 

 

Similar Posts