ritual kawalu baduy dalam

JAKARTA – Kawasan Baduy Dalam selama ini dikenal sebagai daerah yang memegang erat tradisi warisan leluhur. Warisan itulah yang membuat mereka dikenal menghindari modernitas. Sekalipun mereka tetap membuka diri terhadap orang luar yang menjadi wisatawan.

Ilustrasi foto : rumahadat.blog.com
Ilustrasi foto : rumahadat.blog.com

Ritual kawalu tradisi yang mereka jalankan. Tradisi ini tertutup bagi orang luar, sehingga pada18/02/2016 lalu. wisatawan dilarang masuk ke kawasan Baduy Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“Kami meminta wisatawan menghormati dan menghargai keputusan adat karena masyarakat Baduy Dalam sedang menjalani ritual adat peninggalan nenek moyang itu,” kata Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, yang juga tetua adat Baduy, Saija saat dihubungi di Rangkasbitung, Senin (15/2/2016).

Kawalu dilaksanakan dengan cara berpuasa dan berdoa agar negara diberi rasa aman, damai, dan sejahtera. Tradisi ini dijalankan di kampung Cibeo, Cikatawarna, dan Cikeusik. Papan larangan memasuki kawasan Baduy Dalam terpasang di pintu gerbang Baduy di Ciboleger agar pegunjung menaati hukum adat.

Setelah Kawalu dijalankan, yakni sebulan mendatang, masyarakat Baduy akan menjalankan perayaan “Seba” dengan mendatangi bupati dan gubernur Banten. Mereka membawa hasil-hasil bumi . Hal itu berarti pula masyakarat Baduy akan kembali membuka diri terhadap wisatawan. (fir/sumber: kompas.com)


Foto/Ilustrasi : Courtesy goodnewsfromindonesia.org

Similar Posts